Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aset Nazaruddin dipertanyakan, KPK sebut semua barang sitaan dicatat Rumbasan

Aset Nazaruddin dipertanyakan, KPK sebut semua barang sitaan dicatat Rumbasan Wakil Ketua KPK Laode Syarif. ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Setelah delapan jam, Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan anggota komisi III ditutup, Senin (11/8) malam. Hujan kritik mewarnai rapat. Mulai dari kritik karena pimpinan KPK tak menyebut anggota dewan yang terhormat, serangan atas proses penyidikan KPK, hingga soal barang rampasan yang harus koordinasi dengan pihak Rumah Barang Sitaan (Rumbasan).

Wakil ketua KPK, Laode Syarif mengatakan, rapat dengan Komisi III akan dilanjut Selasa (12/9). Dari rapat malam ini, KPK berjanji melakukan perbaikan. Ke depannya, KPK lebih akuntable dan transparan.

"Ya semua spirit itu akan tetap dilaksanakan. Harus selalu dibuat sesuai dengan semangat penyidik KPK," kata Laode usai mengikuti RDP bersama komisi III, di Gedung Parlemen, Senin (11/9) malam.

Salah satu perbaikan soal pengelolaan barang rampasan dan sitaan. Laode menegaskan, sesungguhnya semua barang rampasan tercatat dengan baik dan dilaporkan di Rubasan. Ini terkait pernyataan Komisi III DPR soal aset Nazaruddin yang dipertanyakan keberadaannya.

"Padahal kita sudah laporkan di Rubasan misalnya semua sudah diserahkan," tambah dia.

KPK juga melaporkan soal barang rampasan berupa lahan dan tanah. Tetapi pihak Rubasan tidak bisa mengelola.

"Ternyata menurut yang mereka anggap harus ada koordinasi dan kami tingkatkan koordinasi dengan rubasan," ucapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu mempertanyakan aset senilai Rp 550 miliar milik Muhamad Nazaruddin yang tak jelas nasibnya di tangan KPK. Persoalan ini juga yang tengah diselidiki oleh Pansus angket KPK hingga melibatkan BPK untuk diaudit.

Masinton tak puas dengan jawaban KPK tentang barang-barang hasil sitaan KPK yang dijelaskan dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR. Masinton bahkan meledek KPK seperti tengah berdongeng.

"Apa yang disampaikan KPK normatif, kayak cerita dongeng kancil mencuri timun. Pertama masalah Rupbasan masalah barang sitaan. Tadi mungkin dijawab masalah aset. Nah KPK ketika menyita punya Nazaruddin ini penyitaan aset memiskinkan koruptor. Ada beberapa aset Nazaruddin Rp 550 M sangat besar," kata Masinton saat rapat dengan KPK di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9).

Masinton telah menyelidiki aset-aset milik Nazaruddin yang disimpan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan). Rupanya dari sekian banyak aset Nazar, hanya ada Toyota Vellfire.

"Dari Rp 550 M jumlah aset itu yang ada di rupbasan adanya Toyota Vellfire yang terdapat di Rupbasan. Aset yang lain kemana?" kata Masinton.

Konon katanya, aset Nazarudin itu enggak terdaftar di Rupbasan, jelas Masinton. Dia mendesak KPK transparan dengan aset-aset yang hilang ini. Menurut dia, itu penting, sebab untuk mengembalikan kerugian negara.

"KPK tidak kelihatan agresif dan tidak menjaga aset itu. Dan pimpinan KPK ini nyantai menjelaskan," kata dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP