Anggota DPR sebut Ismail kader HMI baru pertama kali ikut demo
Merdeka.com - Anggota DPR RI Basri Salama mendampingi Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Mulyadi P Tamsir, di Polda Metro Jaya. Selain itu, Basri juga ingin melihat kader HMI Ismail yang ditangkap di kediamannya, di Jalan Attahiriyah 2, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Senin (7/11) beberapa hari lalu.
Kata Basri, selama dirinya kenal, Ismail merupakan anak yang baik, rajin beribadah dan berprestasi di Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan.
"Anak ini salatnya sangat rajin, ngajinya juga fasih, kuliahnya cukup rajin, dan aktif sekali di organisasi. Dia diangkat jadi ketua himpunan mahasiswa sosiologi ya, baik orangnya luar biasa," ucapnya di lokasi, Kamis (10/11).
Menurut Basri, selama tingal di kontrakannya, Ismail sudah seperti anaknya sendiri. Dirinya menyayangkan atas sikap pihak kepolisian yang menangkapnya pada malam hari.
"Saya kan pejabat negara, semestinya cukup lah beri tahu saya, saya akan mengantar yang bersangkutan kalau dituduhkan. Yang sangat disayangkan penangkapan itu harus malam hari, sepertinya tidak ada waktu untuk siang," tegasnya.
Selain itu, Basri mempermasalahkan tuduhan pihak kepolisian yang menyatakan Ismail salah satu provokator dalam akai damai 4 November. Menurutnya, Ismail baru pertama kali turut serta dalam aksi unjuk rasa.
"Ini tuduhan menurut saya sangat sadis. Ini anak baru ini anak baru lulus LK 1 HMI baru 2012 dia lulus LK 1, pertama kali ikut demo, dan tidak pernah terlibat dari kejahatan apapun. Tuduhan ini menurut saya bagian upaya mengkambinghitamkan ade-ade HMI dan juga bagian upaya untuk skenario pembubaran massa sepenuhnya," pungkasnya.
Seperti diberitakan, pihak kepolisian juga menangkap beberapa kader HMI. Di mana salah satunya ada Sekjen HMI Amijaya Halim. Mereka diamankan karena diduga menjadi pemicuh kerusuhan di depan Istana Presiden, Jakarta Pusat, pada 4 November lalu.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya