Anggota DPR Minta Warga Natuna Tenang, WNI dari Wuhan dalam Kondisi Sehat
Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani menilai langkah pemerintah menempatkan sementara WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China sesuai dengan protokol evakuasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO).
"Kami melihat dipilihnya Natuna sebagai tempat transit observasi oleh pemerintah sudah melalui proses kajian mendalam. Transit observation merupakan protokol evakuasi dari organisasi kesehatan dunia, WHO," ujar Christina dilansir Antara, Sabtu (1/2).
Christina mengapresiasi upaya evakuasi yang dilakukan pemerintah RI hari ini terhadap kurang lebih 250 orang WNI yang ada di Wuhan, Hubei, China, Dia berharap proses evakuasi berjalan lancar.
Dia menekankan evakuasi adalah harapan dari WNI yang selama ini ada di Wuhan, termasuk keluarga WNI yang ada di tanah air. Christina mengajak seluruh pihak mendoakan proses tersebut berjalan lancar selama keberangkatan sampai tiba di tanah air.
Baik melalui tempat transit di Batam, maupun saat tiba di tempat observasi di Kepulauan Natuna hingga kembali ke keluarga masing-masing.
Adapun untuk masyarakat di Natuna, Christina mengimbau agar seluruhnya tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya pada pemerintah yang dapat melakukan proses transit observation secara profesional.
"Perlu juga disampaikan kepada masyarakat bahwa WNI yang dievakuasi ini adalah WNI yang semuanya sehat," ujar dia.
Meski demikian, kata dia, Komisi I akan terus memantau semua proses agar berjalan lancar dan benar-benar sesuai dengan prosedur standar operasi evakuasi yang baik dan benar.
"Kami juga mendukung dan memberi apresiasi atas langkah-langkah Kementerian Luar Negeri, TNI/Polri, Kementerian Kesehatan, pihak swasta dan kementerian lain terkait yang ikut terlibat aktif dalam seluruh misi kemanusiaan ini," jelasnya.
Warga Natuna Menolak
Ratusan warga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memadati kantor DPRD setempat guna mempertanyakan kabar pemulangan WNI dari Wuhan, China.
"Sejak Jumat malam sampai hari ini massa terus berdatangan ke kantor DPRD Natuna," kata Ketua KNPI Natuna, Haryadi di Natuna, Sabtu (1/2). Dilansir dari Antara.
Di kantor DPRD, warga menolak rencana pemerintah pusat mengkarantina WNI dari China di Natuna selama sekitar 14 hari. Warga sangat khawatir WNI menularkan virus corona asal Wuhan. Meskipun, pemerintah telah mengklaim WNI pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
"DPRD pun sudah sepakat menolak karantina WNI dari China di Natuna," sebut Haryadi.
Lebih lanjut, Haryadi menyampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) dan Kepala BPNB segera hadir di kantor DPRD Natuna untuk menyampaikan informasi menyangkut pemulangan WNI tersebut.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya