Anas Urbaningrum yakin Artidjo akan menyesal perberat hukumannya jadi 14 tahun

Kamis, 24 Mei 2018 12:20 Reporter : Yunita Amalia
Anas Urbaningrum yakin Artidjo akan menyesal perberat hukumannya jadi 14 tahun Anas Urbaningrum ajukan PK. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Terpidana tindak pidana korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Anas Urbaningrum mengajukan langkah hukum terakhir, Peninjauan Kembali (PK). Anas menilai putusan tingkat kasasi yang dipimpin oleh Hakim Artidjo Al Kostar sebagai Ketua Majelis Hakim tidak kredibel.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menganggap putusan kasasi tidak mencermati beberapa fakta dan bukti selama proses persidangan. Secara lugas, Anas bahkan mengatakan Hakim Artidjo akan menyesal dengan putusan 14 tahun terhadap dirinya.

"Itu putusan yang tidak kredibel karena tidak berbasiskan pada fakta-fakta dan bukti-bukti yang terungkap di muka persidangan. Kalau Pak Artidjo mengerti persis, saya yakin Pak Artidjo akan menyesal dengan putusannya itu tetapi apapun itu saya hormati keputusan itu," ujar Anis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (24/5).

Bersamaan dengan sidang perdana PK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Anas menampik pengajuan upaya hukumnya saat ini berkaitan dengan pensiunnya hakim yang ditakuti oleh sejumlah para pelaku tindak pidana korupsi.

Mantan komisioner KPU itu menuturkan, pengajuan PK telah dilakukannya sejak satu bulan lalu. Hanya saja baru diproses peradilannya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, saat ini.

"Saya memasukkan PK kurang lebih sebulan yang lalu tapi baru hari ini permulaan sidangnya," ujarnya.

Diketahui, pada tingkat pertama, Anas divonis 8 tahun penjara. Tidak terima dengan putusan tersebut Anas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun, tak berbuah manis, Anas justru harus menelan pil pahit setelah majelis hakim MA menolak permohonan kasasi Anas.

Hakim MA malah melipat gandakan hukuman Anas menjadi 14 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan. Bahkan, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI itu pun diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini