Analisis Pakar, Pertama Kali Danpaspampres Perwira Tinggi AU

Kamis, 30 Juni 2022 17:25 Reporter : Bachtiarudin Alam
Analisis Pakar, Pertama Kali Danpaspampres Perwira Tinggi AU Marsekal Wahyu Hidayat. antara

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa baru saja melakukan mutasi 180 Perwira Tinggi (Pati) TNI. Termasuk, Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Danpaspampres) Mayjen Tri Budi Utomo yang kini menduduki posisi Pangdam VI/Mulawarman.

Posisi Mayjen Tri Budi pun digantikan oleh Marsekal Wahyu Hidayat Sudjatmiko yang sebelumnya menjabat Wadan Paspampres. Ditunjuknya Wahyu sebagai salah satu orang yang paling 'dekat' dengan Presiden ini turut menjadi sejarah baru.

Lantaran posisi Danpaspampres baru pertama kali ditempati perwira tinggi dari TNI Angkatan Udara (AU). Sementara, dari awal dibentuk posisi jabatan penjaga orang nomor satu di Indonesia ini.

Kerap kali dipegang dari perwira dari TNI Angkatan Darat (AD) atau TNI Angkatan Laut. Dimana sederet nama, seperti Jenderal Andika Perkasa pernah menjabat sebagai Danpaspampres periode 2014-2016.

Lalu, Mayjen TNI Doni Monardo pada 2012-2014. Sedangkan dari kesatuan TNI AL sempat juga Mayjen TNI (Mar) Suhartono, mengisi posisi ini pada periode 2017-2018. Alhasil, Wahyu Hidayat bakal meneruskan posisi ini sebagai Danpaspampres ke-27.

"Kenaikan jabatan bagi Wahyu Sudjatmiko sebenarnya wajar dan sangat cocok," kata Pengamat militer Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia Beni Sukadis saat dihubungi merdeka.com, Kamis (30/6).

Menurutnya, kecocokan Wahyu diangkat sebagai Danpaspampres sangatlah tepat, karena dia sebelumnya menjabat sebagai Wadanpaspamres. Sehingga, pemilihan ini terbilang wajar atas prestasinya membuka peluang menjadi calon Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Ksau) kedepan.

"Sehingga tidak perlu terlalu jauh analisanya, tapi bisa saja beliau menjadi calon KSAU atau lainnya," tuturnya.

Kendati terkait dipilihnya jajaran perwira AU menjadi Danpaspampres, Beni melihat hak tersebut menjadi salah satu titik temu adanya potensi dari kesatuan udara yang bakal menempati posisi strategis.

"Sekali lagi yang perlu digaris bawahi adalah calon Kepala Staf atau Panglima TNI harus memenuhi syarat kapabilitas, akseptabilitas dan pengalaman," ucapnya.

"Tanpa ketiga ini agak sulit mendapatkan promosi ke jenjang yang lebih ke tinggi dan tentu berlaku bagi Marsma Wahyu," tambahnya.

Pada kesempatan lain, Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai jika pengangkatan Wahyu sebagai Komandan Paspampres adalah pilihan yang objektif.

"Saya yakin Jenderal TNI Andika obyektif," katanya.

Karena melihat sepak terjang dari Marsekal Wahyu yang telah memiliki pengalaman dengan sebelumnya menjabat sebagai Wadanpaspamres, alhasil mutasi ini bisa dipandang wajar dan normal.

"Yang TNI pasti sudah mempertimbangkan mutasi ini. Mutasi suatu hal yg normal. Hanya saja memang Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) tidak boleh berdasarkan like and dislike," katanya.

Adapun pengangkatan kepada Wahyu sebagaimana Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/558/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022. Dengan pengangkatan ini, pangkat jabatannya pun naik satu tingkat menjadi Marsekal Muda (Marsda).

Sosok Wahyu memang memiliki karir yang cukup cemerlang, dimana sejak lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) 1993 kecabangan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Dia sempat meniti karirnya di satuan pasukan elite TNI AU.

Dimulai dari jabatan strategis di antaranya, Komandan Batalyon Komando 462/Paskhas pada 2006, Komandan Skadron Udara Karbol Tk. II AAU pada 2008, Komandan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (disingkat Yonwalprotneg) Paspampres pada 2010.

Lantas, kemudian diangkat menjadi Komandan Grup C Paspampres, kemudian Asops Korpaskhas selama setahun pada 2014–2015, Komandan Pusdiklat Paskhas pada 2015–2016, dan Patun Kelompok Susstaf Korsis Seskoau pada 2016–2018.

Hingga akhirnya sebelum menjadi sebelum menjabat Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden. Dia sempat selama diangkat sebagai Asren Korpaskhas selama tiga tahun mulai 2018 hingga 2021.

Hingga pada pertengahan 2022, dia pun mendapatkan posisi barunya sebagai Komandan Paspampres terhitung sejak 27 Juni 2022. [rhm]

Baca juga:
Jenderal Andika Mutasi Danpaspampres Mayjen Tri Budi jadi Pangdam Mulawarman
Mengulas Ketangguhan 3 Pasukan Elite di Paspampres yang Kawal Jokowi ke Ukraina

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini