Anak SMA dipukuli Satgas, Ketua DPD PDIP Sumsel janji cari solusi

Rabu, 13 September 2017 19:31 Reporter : Irwanto
Pelajar SMA di palembang dianiaya satgas PDIP. ©2017 merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Ketua DPD PDIP Sumsel Giri Ramanda angkat bicara soal tragedi penganiayaan terhadap siswa SMA yang diduga dilakukan salah seorang Satgas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Siswa SMA itu dipukuli persis di depan lokasi acara konsolidasi partai yang dihadiri Megawati Soekarnoputri.

Giri mengaku baru mendapat informasi peristiwa itu. Dia berjanji menelusuri terlebih dahulu kronologi kejadian yang diduga melibatkan petugas keamanan partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Kalau memang benar ada kejadian, akan ditelusuri terlebih dahulu. Karena saya baru tahu dan dengar masalah ini," ungkap Giri saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (13/9).

Giri berjanji akan menyelesaikan masalah ini agar tidak merugikan banyak pihak. Apalagi, korban sudah berupaya menemui pelaku dan mengakhiri masalah secara kekeluargaan.

"Akan dicarikan solusinya. Karena saya belum dapat informasi yang jelas," janjinya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMA swasta di Palembang berinisial FM tiba-tiba mendatangi gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Rabu (13/9). Sambil memegangi wajahnya, FM yang masih mengenakan seragam sekolah itu didampingi ayahnya menuju acara konsolidasi yang dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Begitu tiba di pintu utama, FM meminta dipertemukan dengan komandan pengamanan acara. Dia ingin melaporkan penganiayaan yang baru saja dialaminya, yang diduga dilakukan satgas PDIP.

"Saya habis digebuki pak, tolong saya, orangnya pakai seragam kayak ini, sama persis," ungkap FM sambil menunjuk anggota satgas PDIP yang berseragam hitam-hitam.

FM menceritakan, penganiayaan bermula saat dia melintas di Jalan POM X, persis di depan lokasi acara konsolidasi yang dihadiri Megawati. Dia menggunakan sepeda motor sendirian. Tiba-tiba dari arah berlawanan datang pelaku sehingga nyaris bertabrakan.

"Saya banting kiri lalu jatuh, tidak sampai tabrakan. Tapi orang itu malah gebuki kepala saya, terus muka saya ditonjok tiga kali," ujarnya.

"Saya masih ingat wajahnya, terus ada namanya Syahrizal di bajunya. Saya tidak terima," sambung dia.

Ayah FM meminta bertemu dengan komandan Satgas PDIP. Meski berkali-kali memohon, harapannya kandas karena anggota satgas PDIP yang menemui korban ogah memanggil atasannya.

"Kami cuma ingin masalah ini selesai secara kekeluargaan, kalau tidak bisa kami laporkan ke polisi. Kan bisa dikumpulin semua satgas yang tugas, bisa dikenali oleh anak saya," kata dia.

Salah seorang anggota Satgas PDIP berdalih komandannya berada di ruang pertemuan. Dia justru meminta FM dan ayahnya mencari pelaku di sekitar lokasi.

"Keliling saja, pasti orangnya masih di sini. Kalau nama Syahrizal itu kami tidak kenal," kata dia.

Satgas lain menyarankan korban melapor ke polisi dengan menunjukkan bukti visum dan ciri-ciri pelaku. "Mending lapor saja, cepat sana ke Polsek biar bisa diproses," sarannya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan
  2. PDIP
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.