Anak penderita difteri masuk ruang isolasi RSHS Bandung
Merdeka.com - Anak berusia 12 tahun asal Kabupaten Bandung Barat terjangkit penyakit difteri atau infeksi bakteri yang menyerang lendir pada hidung dan tenggorokan. Saat ini, warga Kampung Santer, RT 04 RW 06, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, itu masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Pupu Sri Rohayati mengatakan, korban bernama Pardi. Ia terdeteksi terkena difteri sejak akhir November lalu.
"Korban masih anak-anak, usianya sekitar 12 tahun. Masuk rumah sakit pada tanggal 31 November, sampai hari ini dia masih dirawat di ruang isolasi Flamboyan RSHS Bandung," ucap Pupu, Rabu (6/12).
Pardi saat ini masih dirawat di ruang isolasi khusus agar penyakitnya tidak menyebar dan memapar warga lain. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun mengaku akan membantu semua biaya perawatan Pardi.
"Biaya korban selama dirawat di rumah sakit semuanya akan ditanggung pemerintah daerah," ungkap Pupu.
Di wilayah berbeda, Dinkes Cimahi belum menerima satu pun laporan warganya yang terserang difteri. Meski begitu, Dinkes Cimahi akan melakukan sidak ke seluruh rumah sakit yang ada di wilayahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kota Cimahi, Ars Agustiningsih mengungkapkan warga telah diimbau untuk waspada dan segera memeriksakan kondisi kesehatan mereka jika mengalami kondisi yang identik difteri seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, hingga sulit bernapas.
Seperti diketahui, Provinsi Jabar telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) difteri karena ditemukan sebanyak 116 kasus difteri hingga awal Desember ini dengan jumlah kematian mencapai 13 orang.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya