Anak ayam berwarna banyak yang mati keracunan pewarna tekstil
Merdeka.com - Para pedagang bibit ayam boiler kini tidak menjual anak ayam dengan polos. Mereka menjual bibit anak ayam itu dengan cara mewarnai terlebih dahulu, setelah itu baru dijual ke pembeli.
Dari segi tampilan memang anak ayam itu menarik dan lucu bagi mainan anak-anak. Namun, zat pewarna tekstil yang dipakai itu membahayakan kesehatan ayam.
Anak ayam menjadi lemas, dan akhirnya mati karena tubuhnya kemasukan racun dari bahan pewarna tekstil. Tidak bisa bertahan hidup lama dibandingkan anak ayam yang polos (tanpa pewarna).
Solihin (51), seorang pedagang anak ayam yang sering berjualan di sekolanan SD di Jakarta ini mengaku meski laris manis anak ayam warna warni itu, namun dari segi daya tahan hidup tidak bisa bertahan lama dibanding dengan anak ayam yang polos.
"Emang lebih laku sih anak ayam warna warni kalau dijual ke anak-anak. Kan buat mainan tap enggak bisa hidup lama. Pada lemes dibanding anak ayam enggak diwarnain. Makanya, saya beli ayam polos juga biar enggak rugi banyak," kata Solihin saat ditemui merdeka.com di sebuah kios bibit anak ayam di Jakarta Timur, Selasa (29/3).
Menurutnya, anak ayam warna warni ini memang cukup menarik perhatian pembeli khususnya anak-anak. Sebab itu dia selalu menaruh anak ayam warna warni dalam dagangannya meski sering mati lantaran tidak terjual.
"Saya biasanya beli ke agen bukan cuma ayam warna warni saja tapi saya campur ayam polos biar nggak rugi banyak," beber Solihin.
Dia mengaku tidak tahu kalau anak ayam yang di warnain itu berbahaya bagi tubuh hewan. Baginya, asal ada keuntungan dagangannya tidak menjadi soal.
"Saya kan belinya udah jadi (diwarnain), tinggal pilih di agen. Ya nggak tahu kalau itu berbahaya bisa bikin anak ayam mati," tukasnya.
Dari jumlah anak ayam yang dia beli, Solihin mengaku rata-rata anak ayam warna warni hanya bertahan hidup beberapa hari saja ketimbang anak ayam yang polos.
"Mungkin tujuannya buat mainan kali ya. Jadi anak ayam warna warni itu cepat mati. Beda dengan anak ayam yang nggak diwarnain lebih tahan lama dan bisa dipelihara sampai gede," ucap Solihin.
"Biasanya pada lemes yang diwarnain. Makanya saya nggak beli banyak-banyak takut rugi banyak," imbuh Solihin.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya