Aliran sesat kerajaan ubur-ubur yang meresahkan warga Serang
Merdeka.com - Ajaran sesat kembali muncul di tanah air. Kali ini ada di Serang, Banten. Adalah kerajaan ubur-ubur yang meresahkan warga karena menganggap ajaran yang dilakukan aneh dan menyimpang.
"Dulu pernah dibekukan, mereka banyak berkomunikasi di media sosial, makanya banyak yang main ke mari," kata Surya Miharda, Ketua RT 02 RW 07 saat ditanyai soal Kerajaan Ubur-Ubur ajaran sesat, saat ditemui di kediamannya, di Lingkungan Sayabulu, Kekuatan Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (14/8/2018).

Kerajaan Ubur-ubur di Kota Serang ©2018 Merdeka.com/Dwi Prasetya
Di kediamannya yang hanya terpisah tiga rumah dari Kerajaan Ubur-Ubur itu, dia sedikit banyak mengetahui sepak terjang Aisyah dan Rudi.
Dia bercerita kalau kebanyakan orang yang datang mengetahui eksistensi Kerajaan Ubur-ubur melalui media sosial.
Sang ratu Kerajaan Ubur-Ubur, Aisyah, kerap bercerita tentang sejarah Indonesia dan adanya uang simpanan di bank luar negeri yang bisa dicairkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Ternyata, banyak orang yang sama napak tilas leluhur, orang yang ingin tahu sejarah, terus jadi pengikutnya," Surya mengungkapkan.
Kekuatan Supranatural

kerajaan ubur-ubur ©2018 liputan6.com
Menurut Surya, sebenarnya yang memiliki kemampuan supranatural itu sang suami, Rudi. Warga setempat dan masyarakat luar, banyak yang mendatangi Rudi untuk meminta bantuan, seperti pelaris usaha hingga pemikat pasangan.
Sang istri, Aisyah, yang lebih banyak berceramah mengenai agama. Dia pun kerap mengunggah ceramahnya ke YouTube.
"Suaminya sebenarnya untuk hal ini udah banyak nyaranin. Bukan keinginan suaminya untuk ekspos keluar. Saya sering ke situ ada benturan itu terkadang," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, di rumah dengan pagar warna putih dan krem ini, terdapat dua kandang burung di teras rumahnya. Ada tiga pohon mangga dan satu pohon nangka berukuran sedang di halamannya.
Petugas kepolisian masih berjaga di sekitar rumah yang diabdikan sebagai Kerajaan Ubur-ubur itu. Sedangkan, di pagar rumahnya berkibar bendera merah putih dengan tiang bambu yang sudah dicat berwarna putih.
Semoga hal-hal semacam ini dapat segera diberantas. Karena hal seperti ini bisa menimbulkan perpecahan masyarakat yang pastinya mengganggu kerukunan masyarakat beragama.
Sumber: Liputan6.com
(mdk/mg2)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya