Alasan Bupati Aceh Selatan Tetap Umrah, Tinggalkan Warga di Tengah Bencana: Tunaikan Nazar

Alasan Mirwan membuat Tito seolah geleng kepala. Dia membalas bahwa membantu masyarakat adalah ibadah yang paling utama.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Alasan Bupati Aceh Selatan Tetap Umrah, Tinggalkan Warga di Tengah Bencana: Tunaikan Nazar
Alasan Bupati Aceh Selatan Tetap Umrah, Tinggalkan Warga di Tengah Bencana: Tunaikan Nazar (Merdeka.com)

Bupati Aceh Selatan, Mirwan Ms tetap menjalankan ibadah umrah saat banjir bandang dan longsor melanda daerahnya. Dia beralasan, umrah tersebut untuk menunaikan nazar. Sebab itu, dia tetap meninggalkan warganya di tengah bencana.

"Kita juga menyayangkan yang bersangkutan sampai tetap juga ke luar negeri. Yang bersangkutan saya tanya, menyatakan bahwa sudah punya nazar, saya enggak tahu nazar apa, dan kemudian melaksanakan ibadah umrah," tutur Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (9/12).

Alasan Mirwan membuat Tito seolah geleng kepala. Dia membalas bahwa membantu masyarakat adalah ibadah yang paling utama, terlebih sedang dalam kondisi bencana dan kesulitan.

"Yang bersangkutan mengatakan sudah membantu, tapi kan tidak cukup sekadar hanya membantu masyarakat. Ada masalah-masalah lain yang perlu diselesaikan di sana," jelas dia.

Tito pun membeberkan catatan terakhir, bahwa terdapat enam kecamatan dan 12 kampung di Aceh Selatan yang terdampak bencana. Sebanyak 2.174 KK atau 5.940 jiwa dievakuasi ke empat titik lokasi pengungsian.

Kemudian, tiga kantor pemerintahan, tiga tempat ibadah, dan satu bangunan sekolah rusak berat. Disusul ruas jalan nasional yang menjadi penghubung daerah Tapak Tuan-Medan pun masih terputus.

"Ada satu jembatan namanya Lhok Miera di Gampong Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, aksesnya masih terputus. Sehingga ada kerugian harta benda, yang memang alhamdulillah kerugian jiwa belum ada yang saat ini kita catat ya," ungkapnya.

750 Rumah Rusak Berat

Tercatat pula 750 unit rumah dalam keadaan rusak berat, 460 hektare sawah terendam lumpur, 35 hektare kebun gagal panen, serta 70 hektar tambak gagal panen.

"Jadi tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan terus pergi begitu. Ada persoalan yang harus diselesaikan, dan itu membutuhkan leadership, kepemimpinan. Apalagi bupati yang dipilih rakyat. Kalau umrah ya bisa ditunda, kan sunnah ya. Sementara ini masyarakat, membantu rakyat, itu ibadah juga dan ibadah menurut saya ibadah yang utama gitu," tegas Tito.

Jatuhkan Sanksi Pemberhentian Sementara

Sebab itu, Kemendagri menjatuhkan sanksi administratif kepada Mirwan dengan pemberhentian sementara sebagai Bupati Aceh Selatan selama tiga bulan. Diharapkan hukuman tersebut dapat menjadi pelajaran dan evaluasi diri.

"Saya sudah bicara langsung dengan PLT-nya, yaitu wakil bupati, Bapak Haji Baital Mukaddis, dan dia menyatakan siap tiga bulan melaksanakan tugas Plt. Saya juga sudah menelepon langsung Gubernur Aceh, Bapak Muzakir Manaf, dan segera akan kita kirimkan SK ini kepada yang bersangkutan, kepada Pak Muzakir Manaf ya, untuk beliau segera untuk melaksanakan keputusan ini," Tito menandaskan.

Rekomendasi