Aksi-Aksi Pasukan Marinir Hadapi Demonstran, Tanpa Kekerasan Justru Jadi Idola

Kamis, 26 September 2019 05:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Aksi-Aksi Pasukan Marinir Hadapi Demonstran, Tanpa Kekerasan Justru Jadi Idola Panglima TNI Hadi Tjahjanto di markas Korps Marinir. ©2017 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Aksi anggota Marinir TNI AL saat menenangkan massa demonstrasi menuai pujian. Mereka melakukan pendekatan persuasif dan dialog hingga massa kembali tenang. Bahkan dalam aksi Mei 98, Marinir TNI AL ikut meredakan ketegangan dan kericuhan di wilayah Jakarta.

Dengan humanis mereka merangkul massa yang saat itu berhamburan di jalan. Berikut aksi-aksi Marinir TNI AL saat menangani massa demonstran hingga mendapat apresiasi dari masyarakat:

1 dari 3 halaman

Mei 1998

Aksi Marinir TNI AL saat Mei 1998 di Jakarta mendapat simpatik dari masyarakat. Saat itu Marinir menyandang senjata dengan laras dibalik. Mereka mendekati barisan massa dengan senyum.

"Hidup rakyat!" teriak mereka.

Kerumunan massa berteriak. "Hidup Marinir, Hidup Marinir!".

Salah seorang warga, Wawan, mengingat saat itu Marinir menjadi idola masyarakat Jakarta. "Mereka persuasif, tidak arogan dan mau berdialog," kata Wawan.

Saat itu hanya Marinir saja yang menjadi idola, pasukan lain tidak. Tak jarang bentrok fisik terjadi di tengah pengamanan kerusuhan 1998. Namun Marinir berhasil membangun komunikasi dengan baik.

Saking percayanya pada Marinir, setiap mobil atau motor Marinir yang lewat tak akan dilempari batu dan dibakar oleh warga yang sweeping mobil-mobil dinas TNI.

Tapi jika yang lewat bukan Marinir, maka siap-siap mobil atau motor mereka terkena lemparan batu. Maka dari itu, banyak anggota TNI yang buru-buru mencari baret Marinir.

Kisah ini dituturkan seorang bintara pengemudi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Saat itu para perwira ramai-ramai mencari baret Marinir. "Saya waktu itu nyopiri kolonel. Pas pulang dia minta carikan baret Marinir, teman-temannya juga seperti itu. Pakai baret Marinir aman di jalan," katanya menutup cerita.

2 dari 3 halaman

Melakukan Dialog dengan Massa Saat 22 Mei

Sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa pada 21-22 Mei 2019 lalu. Mereka melakukan demonstrasi di depan kantor Bawaslu menolak hasil Pemilu 2019.

Awalnya, aksi massa berlangsung damai. Namun pada Rabu (22/5) dini hari sebagian massa mulai brutal. Mereka melakukan kerusuhan di beberapa titik wilayah Jakarta.

Jika di sejumlah tempat terjadi bentrokan, hal berbeda justru terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat. Di tempat itu, anggota Marinir melakukan upaya dialog agar massa tenang dan tak merusak.

Cerita itu disampaikan Komandan Batalion Infanteri 7 Marinir, Letkol (Mar) Kanang Budi Raharjo. Dia bersama empat anggota lainnya sempat bertemu dengan tokoh agama setempat, melakukan berdialog.

"Saya tidak melihat ada suatu urgensi yang harus dibela massa. Maka saya ajak mereka berbicara," kata Kanang.

Kanang dan anggotanya berhadapan dengan ratusan massa. Ada kepercayaan diri ketika mendatangi mereka. Kanang beranggapan pihaknya bukanlah lawan, melainkan kawan.

Dari dialog tersebut, dia mengetahui bahwa warga sebenarnya tidak ingin ada bentrokan. Mereka hanya geram dengan cara aparat kepolisian membubarkan mereka. "Justru mereka ingin dialog dan cara-cara persuasif didahulukan," ucapnya.

"Ya sekitar 10 menit (berdialog), saya cuma berlima enggak bawa apa-apa, tangan kosong. Saya ketemu kalau dibilang ya koordinator ya. Lalu ditemani oleh tokoh masyarakat, akhirnya mereka mau membubarkan diri," ungkap Kanang menjelaskan.

3 dari 3 halaman

Aksi Marinir Saat Demonstrasi Mahasiswa Tolak RUU KUHP

Ribuan mahasiswa melakukan demonstrasi di depan gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta. Demonstrasi dilakukan untuk menolak RUU KUHP, UU KPK, RUU Pemasyarakatan dan RUU Pertanahan.

Demonstrasi berlangsung hingga malam hari. Bentrokan sempat terjadi dengan kepolisian yang membubarkan massa secara paksa.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, sejumlah anggota Marinir TNI diterjunkan ke lokasi massa yang berada di bawah Flyover JCC Senayan. Dengan senyum mereka menyapa, mengajak dialog dan menenangkan mahasiswa yang berkumpul di sana. Kedatangan mereka pun disambut baik.

Saat mahasiswa dan Marinir berjalan bersama, mahasiswa berteriak "Hidup TNI!".

Massa kemudian menyindir polisi dengan menyanyikan yel-yel. "Pak polisi, pak polisi, tugasmu mengayomi, tugasmu mengayomi," katanya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Bagaimana Pendapat Anda soal RUU KUHP? Klik di Sini! [dan]

Baca juga:
Muhammadiyah Imbau Pendemo Tertib dan Polisi Tak Bertindak Represif
Massa Masih Bertahan di Palmerah, Kapolres Jakpus Ancam Tindak Tegas
Wakil Ketua DPR Minta Aparat Tak Represif Hadapi Mahasiswa
Korban Bentrokan di Pejompongan Mendapat Perawatan Medis
Dipukul Mundur Polisi, Massa Bergeser ke Arah Pasar Palmerah
Pos Polisi Pejompongan Terbakar Saat Demo

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini