Aiptu Martua Sigalinging ditikam saat sedang tidur lalu dibakar
Merdeka.com - Aiptu Martua Sigalinging menjadi korban tewas dalam penyerangan yang dilakukan kelompok teroris di Mapolda Sumatera Utara pada Minggu (25/6) lalu. Para pelaku yakni tersangka Syawaludin Pakpahan (43), Ardial Ramadan (34), tersangka Firmansyah Putra Yudi (42) dan Hendri Pratama (20).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto membeberkan dua pelaku yakni AR dan SP memasuki area Mapolda Sumut lewat pagar depan bagian tengah. Keduanya pun langsung menuju pos penjagaan tempat Martua sedang beristirahat.
Mereka pun langsung melakukan penyerangan kepada korban dengan menusuk-nusuk korban dengan sebilah pisau dapur.
"Hasil pemeriksaan dan autopsi korban yang gugur ini mengalami luka tusukan di tubuhnya, dada, leher, lengan bertubi-tubi," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/6).
Rikwanto melanjutkan, di bagian leher korban terdapat luka melintang dari sisi kanan hingga kiri. Mulut korban pun diduga dirobek pelaku lantaran adanya luka sayatan melintang.
Tak hanya itu, setelah korban tewas para pelaku itu pun menyiramkan bahan bakar kepada korban. Setelah itu korban langsung dibakar.
"Kondisi korban setelah gugur dilakukan pembakaran disiram dengan bahan bakar dan dibakar, termasuk pos penjagaan," ujar Rikwanto.
Usai menghabisi Martua, dua pelaku langsung keluar menghampiri petugas lainnya yang tengah berpatroli. Kepada petugas bernama Brigadir Ginting Munthe, para pelaku menodongkan sebilah pisau.
"Brigadir Ginting Monthe menegur para pelaku tetapi malah diancam dengan pisau, karena tak bisa menangani sendiri akhirnya dia berteriak minta tolong," kata Rikwanto.
Petugas Brimob yang bertugas pun langsung melakunan pengejaran. Akhirnya petugas pun melumpuhkan para pelaku dengan melancarkan timah panas kepada para pelaku.
Satu di antara pelaku yakni AR pun tewas di tempat. Sementara dua rekannya ditembak di kaki.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya