Afsel Siap Serahkan Keketuaan G20 ke AS: Tegaskan Penghormatan Setara di Tengah Ketegangan Diplomatik
Afrika Selatan menegaskan kesiapan untuk Serah Terima Keketuaan G20 kepada Amerika Serikat pada tingkat yang semestinya, meski hubungan kedua negara sedang memanas akibat absennya Presiden AS di KTT Johannesburg.
Afrika Selatan menyatakan kesiapannya untuk Serah Terima Keketuaan G20 kepada Amerika Serikat pasca KTT di Johannesburg. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Ronald Lamola pada Sabtu lalu, di tengah ketegangan diplomatik kedua negara.
Proses serah terima tersebut akan dilakukan pada tingkat yang dianggap semestinya, menyusul ketidakhadiran Presiden AS Donald Trump di KTT G20. Absennya Trump memicu ketegangan diplomatik antara Pretoria dan Washington.
Lamola menegaskan bahwa serah terima akan dilakukan oleh pejabat setingkat chargé d’affaires, sesuai dengan tingkat perwakilan yang ditunjuk AS. Hal ini dilakukan untuk menjaga penghormatan setara dalam hubungan bilateral, tanpa merusak hubungan kedua negara.
Ketegangan Diplomatik dan Prosedur Serah Terima
Hubungan antara Pretoria dan Washington memanas setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan tidak menghadiri KTT Pemimpin G20 di Johannesburg pada 22–23 November 2025. KTT tersebut resmi dimulai tanpa perwakilan AS, padahal AS adalah penerus presidensi G20, dan biasanya disertai seremoni serah terima.
Menteri Luar Negeri Ronald Lamola menjelaskan dalam konferensi pers bahwa AS menghendaki proses serah terima dilakukan melalui chargé d’affaires di Kedutaan Besar AS di Pretoria. Kementerian Hubungan Internasional dan Kerja Sama (DIRCO) ingin membedakan antara serah terima formal dan pembahasan KTT yang melibatkan banyak pemimpin dan pejabat resmi.
Lamola menegaskan bahwa serah terima idealnya dilakukan oleh kepala negara atau menteri yang ditunjuk langsung oleh Presiden AS. “Karena mereka menugaskan seorang chargé, DIRCO menugaskan pejabat setingkat untuk melakukan serah terima di kantor mulai Senin,” ujarnya.
Prosedur ini, menurut Lamola, tidak akan merusak hubungan kedua negara karena dilakukan pada tingkat yang semestinya. “Kami akan memastikan penghormatan setara, dengan pejabat setingkat chargé yang melakukan serah terima,” katanya, memastikan kelancaran Serah Terima Keketuaan G20.
Latar Belakang Ketidakhadiran Trump dan Kondisi Hubungan Bilateral
Ketidakhadiran Presiden Trump di KTT G20 Johannesburg bukan tanpa alasan yang jelas. Awal bulan ini, Trump mengumumkan tidak akan mengirim pejabat ke Johannesburg karena menuding Afrika Selatan melanggar hak asasi Afrikaner kulit putih. Tuduhan ini berulang kali dibantah oleh pemerintah Pretoria.
Sebelumnya, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa sempat menyatakan kemungkinan perubahan sikap dari AS terkait kehadirannya. Namun, pernyataan tersebut dengan cepat dibantah oleh Gedung Putih, menegaskan ketidakhadiran delegasi tingkat tinggi pada KTT tersebut.
Hubungan Washington-Pretoria saat ini berada pada titik terendah akibat perbedaan kebijakan luar negeri dan domestik yang signifikan. Situasi ini menambah kompleksitas dalam proses Serah Terima Keketuaan G20 dan interaksi diplomatik antara kedua negara.
Sekilas Mengenai G20 dan Anggotanya
G20, atau Kelompok Dua Puluh, dibentuk pada tahun 1999 sebagai forum utama kerja sama ekonomi internasional. Anggotanya terdiri dari 19 negara dan dua organisasi regional, yakni Uni Eropa dan Uni Afrika, yang mewakili sebagian besar ekonomi dunia.
Awalnya, forum ini hanya melibatkan menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggotanya untuk membahas isu-isu ekonomi. Namun, sejak krisis keuangan global tahun 2008, G20 telah ditingkatkan menjadi KTT kepala negara, menunjukkan perannya yang semakin strategis dalam isu-isu global.
Anggota G20 meliputi Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Australia, AS, Brasil, Britania Raya, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, Uni Eropa, dan Uni Afrika. Indonesia merupakan salah satu anggota penting dalam forum ini yang aktif berkontribusi.
Sumber: AntaraNews