Adopsi Korea, Emil bakal pasang pembatas jalan bersilinder cegah kecelakaan
Merdeka.com - Usai tragedi kecelakaan bus di Sukabumi yang menewaskan 21 penumpang, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan Dinas Perhubungan memasang pembatas jalan bersilinder. Gagasan itu merupakan adaptasi teknologi asal Korea Selatan.
Pria yang akrab disapa Emil ini mengklaim bahwa road barrier bersilinder bisa mengurangi risiko kecelakaan parah, karena bisa mereduksi hantaman mobil. Ia ingin semua bahu jalan antarkota antarprovinsi yang dinilai rawan kecelakaan segera melengkapinya.
"Pagar pembatas ini memiliki tabung silinder yang bisa berputar dan mampu mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi, sehingga mobil menjadi melipir ke samping ketimbang terus ke depan," ujarnya saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (12/9).
Dishub sudah diperintahkan untuk segera mencari datanya. Jika perlu, langsung ke Korea Selatan untuk memastikan barangnya bisa didapatkan dengan anggaran yang ada.
Emil yakin, pagar pembatas jurang ini bakal menjadi solusi untuk menekan dampak kecelakaan yang terjadi di Jabar. Emil pun yakin, keberadaannya akan membuat jalan-jalan di Jabar lebih aman dilintasi.
Sementara itu, Kepala Dishub Jabar Dedi Taufik mengapresiasi gagasan Ridwan Kamil tersebut. Terlebih, berkaca pada pengalaman, pembatas jalan biasa selalu hancur jika terkena benturan.
Adapun jalan rawan yang akan dipasang road barrier bersilinder tersebut di antaranya Tanjakan Aman di Kabupaten Subang; Cikidang, Sukabumi; Lewueng Tiis, Garut.
"Kalau ada di (APBD) Perubahan (2018) kita lakukan pergeseran, kita lakukan pengadaan barang dan jasanya. Kalau memungkinkan ya segera. Kalau di anggaran perubahan bisa, itu lebih baik," terangnya.
Selain itu, untuk menekan kecelakaan Dishub Jabar melakukan ramp check terhadap bus pariwisata di sejumlah titik.
Di daerah wisata Lembang, dari 29 kendaraan yang diperiksa ditemukan beberapa masalah. Yakni, ban vulkanisir dan gundul sebanyak lima bus. Lalu, satu mobil yang pintunya tidak berfungsi dengan baik.
Ada tiga kendaraan yang lampunya tidak berfungsi. Pembersih kaca tidak berfungsi dengan baik di tiga unit kendaraan. Sisanya, tidak bermasalah.
Di samping itu ditemukan kendaraan yang kelengkapan perizinannya tidak utuh, seperti STNK yang sudah habis masa berlakunya sebanyak dua kendaraan. Kartu Pengawasan (KP) yang belum diperpanjang sebanyak satu kendaraan.
Lalu pengemudi yang tidak memperpanjang SIM sebanyak dua orang. Atas pelanggaran ini dilakukan tilang oleh Kepolisian.
Ramp check menuju objek wisata Ciwide, Kabupaten Bandung dilaksanakan di pintu keluar Tol Soroja. 42 kendaraan yang diperiksa, dua di antaranya diperkenankan melanjutkan perjalanan.
Ramp check menuju Puncak, Bogor, Dilaksanakan di pintu keluar Tol Ciawi-Bogor. Jumlah kendaraan yang diperiksa sebanyak 35. 31 kendaraan di antaranya dalam kondisi baik.
Lalu, Ramp check terhadap perahu wisata dilaksanakan di area Pengawasan Cirata, Pos Jangari-Cianjur. Terhadap 20 kapal penumpang, dengan hasil 19 kapal di antaranya laik jalan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya