Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada 6 luka tembak di jasad adik ipar Kompol F, letusan tak terdengar beruntun

Ada 6 luka tembak di jasad adik ipar Kompol F, letusan tak terdengar beruntun Polda Sumut rilis kasus penembakan yang dilakukan Kompol F. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Motif dari penembakan yang dilakukan Kompol F (41) terhadap adik iparnya, Jumingan (33), Rabu (4/4) malam masih diselidiki penyidik Polda Sumut. Mereka menyelidiki alasan perwira Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menghabisi suami adiknya.

"Di tubuh korban ditemukan 6 luka tembakan, di lokasi ditemukan 6 selongsong," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, Kamis (4/4).

Dia menyatakan kasus itu terus didalami. "Kita masih mendalami motif dan modus peristiwa ini," ucap Paulus.

Terkait tembakan itu, warga yang juga kerabat pelaku dan korban menyatakan, letusan saat peristiwa itu terjadi terdengar berulang namun tidak beruntun, atau ada jeda waktu yang cukup lama.

Menurut kerabat korban, Kompol F bersama istrinya datang sekitar pukul 19.30 Wib. Mereka bertegur sapa serta bersalaman dengan warga yang ada di depan rumah.

"Dia menyapa bersalaman dengan istri saya. Ramah, nggak ada masalah," kata Slamet, tetangga yang juga kerabat pelaku maupun korban.

Beberapa waktu berselang, Slamet yang baru saja menyelesaikan salat Isya mendengar dua kali letusan. Menurut dia, suaranya tak begitu besar.

Slamet keluar rumah dan mendatangi rumah keluarga Kompol F, asal suara letusan. Ternyata di sana Jumingan sudah terkapar tak berdaya di atas kursi. "Di keningnya mengucur darah," sambungnya.

Pria ini mengaku tak berani membantu karena adik dan istri Fahrizal langsung minta tolong dan berupaya menyelamatkan diri. Sementara Fahrizal masih mondar-mandir di dalam rumah sambil menenteng senjata revolvernya.

Apalagi tak lama berselang, Kompol F kembali menembak ke arah korban. "Saya langsung lari masuk rumah," jelas Slamet.

Di dalam rumah, Slamet kembali mendengar satu letusan. Agak lama berselang, terdengar satu letusan lagi. "Jadi letusannya itu gak berentetan. Ada jeda waktu yang cukup lama. Saya nggak tahu berapa kali tembakan, kalau letusannya yang saya dengar 5 kali," sebut Slamet.

Seorang kerabat lainnya, Teguh Wiyono, mengaku hanya mendengar letusan terakhir. "Letusan terakhir ini saya dengar, karena saya baru datang. Selanjutnya dia ke Polres bersama ibunya," katanya.

Setelah kepergian Fahrizal bersama ibunya, lokasi itu pun menjadi ramai. Kerabat mendapati korban yang bersimbah darah sudah tergeletak di lantai.

"Masih bergerak sedikit gak lama kemudian nggak bergerak lagi," ucap Slamet.

Polisi kemudian tiba. Jasad Jumingan pun dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Rumah keluarga pelaku sekaligus korban pun dipasangi garis polisi.

Seperti diberitakan, Kompol F menembak adik iparnya, Jumingan alias Jun, Rabu (4/4) malam. Fahrizal kemudian menyerahkan diri ke Polrestabes Medan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP