92 Mahasiswa Terluka saat Demo Tolak Revisi UU KPK dan RUU KUHP di Bandung

Selasa, 24 September 2019 00:13 Reporter : Aksara Bebey
92 Mahasiswa Terluka saat Demo Tolak Revisi UU KPK dan RUU KUHP di Bandung Demo Ribuan Mahasiswa di Bandung. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Bentrok yang terjadi antara ribuan gabungan mahasiswa dan polisi menghasilkan korban luka di kedua belah pihak. Luka yang diderita mereka diduga disebabkan lemparan batu.

Dari pihak mahasiswa, sedikitnya ada 92 orang yang mengalami luka. Daftar korban dipampang di area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba). Sebagian dari mereka mendapat perawatan di empat rumah sakit berbeda. Sebagian lain ditangani di kampus.

Presiden Mahasiswa Unisba, Lutfi menyatakan korban tersebut berasal dari berbagai perwakilan universitas. Para korban berada dalam kondisi beragam, ada yang luka ringan hingga berat.

"Ada yang mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapat jahitan, ada yang terluka akibat gas air mata. (korban luka)ada yang dirawat di RS Halmahera, RSHS, Srikandi dan Borromeus," kata dia di Kampus Unisba, Senin (23/9) malam.

Jumlah korban luka dia prediksi bertambah, karena pendataan masih terus berlangsung. Pihaknya pun bersama perwakilan kampus dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mendatangi polsek untuk mengecek mahasiswa yang diamankan polisi.

Berdasarkan pantauan merdeka.com pukul 22.55 WIB, ratusan mahasiswa masih berada di kampus Unisba. Ambulans terlihat hilir mudik ke dalam kampus. Saat ini Unisba menjadi pusat koordinasi korban aksi di Gedung DPRD Jabar.

Di sisi lain, korban luka pun dialami oleh sejumlah anggota kepolisian. Berdasarkan data dari Humas Polda Jabar, ada sembilan anggotanya yang mengalami luka saat mengamankan kericuhan saat demonstrasi. Luka yang dialami pun beragam, ada dari mulai memar hingga luka robek yang harus ditangani serius.

Pembubaran massa menggunakan water cannon dilakukan karena lemparan batu dari mahasiswa tidak lagi bisa dibendung meski polisi meminta koordinator aksi untuk menenangkan rekan-rekannya.

Kapolda Jabar Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, menyampaikan bahwa sebagai pelayan masyarakat, polisi bertanggung jawab atas situasi kamtibmas. “Harus diketahui oleh kita bersama tugas kepolisian tidaklah mudah, polisi tetap melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat dan bertanggung jawab atas segala situasi Kamtibmas di wilayah Jabar," kata dia melalui siaran pers yang diterima.

Selanjutnya Polda Jabar akan melakukan penyelidikan terkait kericuhan demo mahasiswa tersebut. Pasalnya, aksi tersebut awalnya kondusif namun berubah menjadi ricuh karena diduga ada provokasi oleh kelompok tertentu. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini