57 WNI Telah Dipulangkan! Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Nepal Aman dari Gejolak Unjuk Rasa

Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh WNI di Nepal aman dari gejolak unjuk rasa. Sebagian besar WNI telah dipulangkan, dan sisanya terus dipantau untuk memastikan keselamatan mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
57 WNI Telah Dipulangkan! Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Nepal Aman dari Gejolak Unjuk Rasa
Kementerian Luar Negeri memastikan 134 WNI di Nepal aman pasca kerusuhan. Bagaimana strategi pemulangan dan pemantauan yang dilakukan Kemenlu? (Merdeka.com)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal menyusul gejolak unjuk rasa yang melanda negara tersebut. Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa langkah-langkah perlindungan telah diimplementasikan secara sigap.

Pernyataan ini disampaikan Judha Nugraha di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada hari Sabtu (13/9). Sejak demonstrasi pecah, Kemenlu telah berkoordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka, Bangladesh, yang juga membawahi Nepal.

Koordinasi cepat ini bertujuan untuk memantau kondisi WNI dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan. KBRI Dhaka langsung bergerak cepat untuk melakukan upaya perlindungan terhadap para WNI yang terdampak situasi di Nepal.

Respons Cepat Kemenlu dan KBRI Dhaka dalam Perlindungan WNI

Begitu informasi mengenai pecahnya unjuk rasa di Nepal diterima, Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha, segera menginstruksikan KBRI Dhaka untuk mengambil langkah proaktif. Koordinasi intensif ini menjadi kunci dalam memastikan setiap WNI di Nepal mendapatkan perhatian dan perlindungan yang memadai.

KBRI Dhaka dengan sigap langsung menyusun data lengkap mengenai jumlah dan keberadaan WNI di Nepal. Tercatat ada 134 WNI yang berada di Nepal saat gejolak dimulai, terdiri dari 56 WNI yang menetap dan 78 WNI yang sedang dalam kunjungan singkat, baik untuk konferensi internasional maupun tujuan pariwisata.

Langkah awal ini sangat krusial untuk memetakan kebutuhan perlindungan dan evakuasi. Dengan data yang akurat, KBRI dapat merencanakan tindakan selanjutnya, termasuk upaya repatriasi bagi mereka yang ingin kembali ke tanah air, memastikan keselamatan WNI di Nepal.

Proses Repatriasi WNI dari Nepal Berlangsung Bertahap

Setelah data WNI terkumpul, KBRI Dhaka segera mengatur proses repatriasi melalui penerbangan komersial. Proses pemulangan WNI dari Nepal ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelancaran dan keamanan setiap individu.

Judha Nugraha menjelaskan rincian jadwal repatriasi: "Pada tanggal 11 September, 18 WNI telah dipulangkan. Pada tanggal 12 September, ada 22 WNI, dan hari ini, 17 WNI lagi akan kembali ke tanah air. Jadi, total 57 WNI akan telah dipulangkan hingga malam ini, 13 September."

Proses pemulangan ini akan terus berlanjut. Sebanyak 17 WNI lainnya dijadwalkan kembali pada 14 September, diikuti oleh dua WNI pada 15 September, dan dua WNI lagi pada 18 September. Dengan demikian, seluruh WNI di Nepal yang ingin kembali diperkirakan akan tiba di Indonesia paling lambat pada 18 September 2025.

Pemantauan Berkelanjutan bagi WNI yang Memilih Tinggal di Nepal

Meskipun sebagian besar WNI telah dipulangkan, perwakilan Indonesia di Nepal tetap memantau secara ketat WNI yang memilih untuk tetap tinggal di negara tersebut. Keputusan untuk tetap tinggal ini umumnya didasari oleh ikatan keluarga atau alasan pribadi lainnya.

Judha Nugraha menegaskan bahwa langkah-langkah perlindungan akan tetap diberlakukan jika situasi keamanan memburuk. "Mereka akan mengambil langkah-langkah perlindungan jika gejolak meningkat," ujarnya, menunjukkan kesiapan perwakilan Indonesia.

Hingga saat ini, situasi di Nepal dilaporkan sudah tenang, dan bandara telah dibuka kembali beberapa hari yang lalu. Kemenlu berharap situasi di Nepal dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga menjamin keamanan dan kenyamanan bagi WNI yang masih berada di sana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi