500 Ribu warga Jateng jadi pecandu narkoba, pejabat hingga santri
Merdeka.com - Penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah terhitung tinggi. Diperkirakan, lebih dari 500 ribu orang telah menjadi pecandu barang haram tersebut.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan pecandu tersebut sangat bervariasi.
"Narkoba mulai masuk dari anak-anak hingga dewasa. Latar belakangnya juga beragam, bahkan ada aparat, pejabat, dan bahkan sudah masuk pondok pesantren," jelasnya usai senam sehat di Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (15/7).
Tri Agus mengungkapkan kondisi tersebut menjadikan Indonesia darurat narkoba. "Peredaran narkoba sudah sangat membahayakan, gerakan melawan narkoba harus dilakukan dengan massif. Masyarakat tidak lagi menjadi objek, tapi subjek perlawanan," tegasnya.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak hanya bisa dibebankan ke aparat. Peran serta masyarakat juga memegang peran penting. Tri Agus meminta seluruh masyarakat yang mengetahui adanya narkoba di lingkungannya segera menginformasikan ke aparat.
"Banyak organisasi yang memiliki komitmen untuk pemberantasan narkoba, seperti Granat, Geram, BAN. Ini bisa menginformasikan tentang bahaya narkoba. Kita semua harus memiliki komitmen yang tinggi, ini sudah kejahatan yang luar biasa," paparnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya