5 Wilayah di Gunungkidul masuk zona merah kekeringan
Merdeka.com - Kekeringan diprediksi masih akan melanda wilayah Kabupaten Gunungkidul, DIY. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, ada lima kecamatan yang diprediksi akan mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki menuturkan lima kecamatan yang diprediksi mengalami kekeringan adalah di Kecamatan Girisubo, Ngawen, Rongkop, Semanu dan Gedangsari.
"Untuk kecamatan Girisubo, dialami di Desa Songbanyu, Tileng, Karangawen, Jepitu, dan Nglindur. Kecamatan Rongkop di Desa Melikan. Lalu di Kecamatan Semanu, di Desa Dadapayu. Kemudian Kecamatan Ngawen di Desa Jurangjero, Sambirejo, Besi. Terakhir Kecamatan Gedangsari, di Desa Watugajah, Mertelu, dan Hargomulyo," ujar Edy saat dihubungi, Selasa (23/10).
Edy menerangkan jika zona merah kekeringan yang dimaksud adalah wilayah yang membutuhkan droping air bersih. Sehingga, daerah-daerah yang masuk ke zona merah itu mendapatkan prioritas untuk droping air bersih.
"Secara keseluruhan, wilayah yang mengalami kesulitan air bersih ada 77 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Jumlah warga yang terdampak juga terus mengalami penambahan, yaitu 38.937 KK atau 132.491 jiwa," urai Edy.
Edy menjabarkan sejak 4 Juni 2018, BPBD Gunungkidul telah memberikan 3.360 tangki air bersih kepada warga. Setiap tangki, lanjut Edy berisi 5000 hingga 6000 liter air.
Edy menambahkan meski kekeringan diprediksi masih akan terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul, pihaknya belum akan menetapkan status tanggap darurat.
"Kami belum menetapkan status tanggap darurat. Masih menunggu usulan-usulan dari setiap kecamatan," tutup Edy.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya