5 Kasus tewas karena penganiayaan ospek

Selasa, 26 November 2013 08:26 Reporter : Mustiana Lestari
5 Kasus tewas karena penganiayaan ospek

Merdeka.com - Ajang unjuk senioritas lewat Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek masih membudaya di Indonesia. Padahal tak jarang akibat ajang ini banyak nyawa melayang sia-sia.

Meski berkilah sebagai cara pengenalan menempa mental, tetapi pada praktiknya banyak para senior yang malah sengaja menyiksa juniornya. Meski tak mengetahui keadaan para junior ini, senior tetap memaksa junior untuk push-up, lari atau memukuli junior sehingga banyak junior ini tumbang dan akhirnya meregang nyawa.

Jika sudah begini, kebanyakan para senior tidak mengaku kalau mereka melakukan penganiayaan tetapi menuding si junior tidak dalam kondisi siap untuk diospek.

Berikut adalah lima contoh kasus penganiayaan dalam ospek:

1 dari 5 halaman

Mahasiswa Unhas tewas

Awaluddin (19) mahasiswa Universitas Hasanuddin jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudiro Husodo. Korban menderita sakit usai mengikuti ospek di kampusnya selama dua hari berturut-turut.

Dari keterangan keluarga korban, Awaluddin langsung terkapar di kamarnya setelah mengikuti ospek tersebut. Awaluddin pun langsung dibawa ke rumah sakit namun nyawanya sudah tidak tertolong. Di rumah sakit itu juga baru diketahui ada luka lebam, dan lecet di sekujur tubuhnya.

Keluarga menduga korban meninggal akibat kekerasan saat mengikuti ospek. Pasalnya, sebelum mengikuti ospek di kampusnya dia dalam kondisi sehat dan tidak menderita satu penyakit yang serius.

"Kalau memang dengan autopsi penyebabnya bisa diketahui ya kami akan melakukannya. Keluarga besar telah sepakat untuk itu," kata Andri keluarga korban Minggu (9/10).

2 dari 5 halaman

Mahasiswa ITB tewas di Gunung Batu

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, jurusan Dwi Yanto (22) tewas saat mengikuti kegiatan ospek mahasiswa baru pada 2009. Dwi Yanto tewas di Gunung Batu Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang.

"Korban meninggal saat sedang latihan giat Ospek mahasiswa baru ITB," ujar Kapolwil Priangan Kombes Pol Anton Charlian, pada Februari 2009 silam.

Celakanya ospek yang dilaksanakan Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB itu dinilai kampus sebagai ospek ilegal karena diselenggarakan di luar kampus.

"Jangankan sampai meninggalnya mahasiswa, diselenggarakannya kegiatan tersebut sudah ilegal," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan ITB, Adang Surachman.

3 dari 5 halaman

Mahasiswa IPDN tewas saat orientasi

Setelah sempat mereda, kasus penganiayaan di IPDN sempat mencuat kembali. Ini dipicu dari tewasnya Praja Sulawesi Utara bernama Jonoly Untayanadi (25). Praja ini menghembuskan napas terakhir saat mengikuti orientasi, Jumat (25/1).

Dari keterangan kerabat korban, Anton Jabarmase, Jonoly sebelumnya sering keluar masuk rumah sakit akibat disiksa para seniornya.

"Sebelum ini, dia (korban) juga pernah masuk rumah sakit karena disiksa. Orangtuanya ada di Tual, Maluku Tenggara. Bapaknya baru meninggal sebulan yang lalu," ujar Anton di kamar jenazah RS Malalayang, Manado (27/1).

Sementara itu, pihak IPDN mengatakan praja muda ini tewas akibat terperosok saat melewati kolam sedalam 2 meter.

4 dari 5 halaman

Mahasiswa pencinta alam Widyatama tewas

Mahasiswa Universitas Widyatama di Bandung, Rido Rodjai (19) tewas dini hari tadi. Diduga korban tewas karena mengalami kekerasan saat mengikuti unit kegiatan mahasiswa pecinta alam di Rancaupas Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Mahasiswa baru jurusan Manajemen itu drop usai mengikuti kegiatan itu. Korban sempat dirawat selama satu pekan di Rumah Sakit Al-Islam Bandung sejak Senin (18/11) lalu. Rido mengalami luka di sekujur tubuhnya.

"Masuk rumah sakit Senin lalu pukul 02.00 WIB, ke Al Islam, Bandung. Pulang ospek itu Sabtu (16/11), lukanya babat-babat di badannya," kata kakak ipar Rido, Muhamad Fauzan (25), di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cibangkong Bandung, Senin (25/11).

Fauzan menyebut senior Rido melakukan kekerasan. "Dia push-up hingga 200 kali di sungai sampai pingsan dan kebawa arus, bahkan satu hari itu cuma dikasih makan satu kali," ungkapnya.

Rabu (20/11) lalu Rido teridentifikasi mengalami luka dalam yakni jantung dan lambung yang bocor. "Itu diketahui ketika sudah dirontgen, akhirnya Rido diharuskan dioperasi, asam racunnya nyebar," terangnya.

5 dari 5 halaman

Siswi SMK di Bantul tewas sehabis scoot jump

Peristiwa tragis juga menimpa Anindya Ayu Puspita, siswi SMK 1 Pandak, Bantul terjadi saat Anindya mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya. Anindya kedapatan tidak membawa sepatu olahraga saat seniornya melakukan pengecekan.

Alhasil Anindya diperintahkan untuk scoot jump sebanyak 10 kali. Tidak kuat, Anindya kemudian tumbang dan tak sadarkan diri.

"Setelah pingsan langsung dilarikan ke sini [RS PKU Muhammadiyah Bantul],” kata guru olahraga SMK 1 Pandak Edi Sutoro (19/7/12). Nyawa Anindya kemudian tidak tertolong. [ren]

Baca juga:
Rido tewas usai ospek, ini tanggapan kampus Widyatama
Rido, mahasiswa yang tewas usai diospek tak miliki riwayat sakit
Mahasiswa Widyatama tewas usai ikut ospek pecinta alam
Dubes ditarik, urusan studi WNI di Australia tak boleh terganggu

Topik berita Terkait:
  1. Top List
  2. Kekerasan Ospek Widyatama
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini