5 Desa di Jembrana terendam banjir, akses Denpasar-Gilimanuk lumpuh
Merdeka.com - Setelah Kintamani Bangli dan Singaraja Buleleng, kini giliran Kabupaten Jembrana, Bali yang dilanda bencana.
Sedikitnya 5 desa dilaporkan diterjang banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (11/2) malam. Belum ada laporan korban jiwa terkait bencana ini.
"Untuk satu desa saja ada enam sampai tuju banjar atau lingkungan. Masing-masing banjar ada 20-an KK. Kalau ditotal hampir ribuan KK rumahnya terendam," hujar anggota BPBD setempat yang enggan disebutkan namanya, Minggu (12/2).
Informasinya air mulai menggenangi sejumlah rumah warga, sekira pukul 20.30 WITA, Sabtu (11/2) malam setelah hujan deras sejak sore hari.
Terpantau di Desa Mendoyo Dauh Tukad hingga Banjar Tebles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo ketinggian air mencapai sekitar 60 cm atau di atas lutut orang dewasa.
Bahkan air yang menggenangi jalan raya tersebut arusnya juga deras hingga menyebabkan sejumlah mobil, baik truk maupun kendaraan pribadi tidak bisa melintas.
Menurut warga banjir bandang yang terjadi di Jembrana pernah terjadi hampir pada tahun lalu.
"Rumah saya terendam banjir, sampai seisi rumah terendam. Ini banjir paling terbesar selama 20 tahun belakangan ini,” ujar Putu Suar, salah seorang warga Mendoyo.
Dari data yang dihimpun ke lima desa yang terkena dampak Banjir Bandang dan tanah longsor ada di desa Tegalcangkring, Canangsari, dua desa di Kecamatan Mendoyo dan Desa Samblong.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kabupaten Jembrana terkait bencana ini.
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya