40 Mahasiswa UBD tiba di Palembang, 1 korban pakai kursi roda
Merdeka.com - Sesuai jadwal, sebanyak 40 mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) yang menjadi korban tragedi robohnya Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, tiba di Palembang, Selasa (16/1) malam. Satu diantara para korban harus menggunakan kursi roda akibat masih cidera di tangan dan kaki kanannya.
Penerbangan dari Jakarta terbagi dua kelompok. Sebanyak sepuluh mahasiswa lebih dulu tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang didampingi dua dosen pukul 20.15 WIB. Beberapa saat kemudian, 30 mahasiswa menyusul tiba menggunakan pesawat Batik Air.
Suasana haru saat para korban bertemu dengan keluarga dan rekan-rekannya yang sejak sore menunggu di bandara. Tangisan dan pelukan hangat begitu mereka keluar dari pintu kedatangan bandara.
Lalu, rombongan langsung menuju ke kampus UBD di Plaju, Palembang, menggunakan satu unit bus dan beberapa mini bus. Setelah didata, mereka diizinkan pulang ke rumah masing-masing bertemu keluarga.
Dekan Fakultas Ekonomi UBD Palembang, Emmi Suwarni mengungkapkan, mayoritas mahasiswa yang dipulangkan tidak mengalami luka serius. Pasalnya, saat kejadian mereka sedang makan siang di depan gedung BEI. Sementara para korban yang terluka sedang mencari musalla di dalam gedung untuk salat Zuhur.
"Alhamdulillah anak-anak pulang dengan selamat. Penantian keluarga selama ini terjawab, mereka bisa berkumpul lagi dengan keluarga di rumah," ungkap Emmi, Selasa (16/1).
Bagi mahasiswa yang masih dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta, kata dia, tetap dijaga oleh dosen dan masing-masing keluarga sampai sembuh total. Dia mengapresiasi BEI Jakarta yang cukup perhatian terhadap para korban.
"Semua biaya ditanggung BESI. Kami koordinasi dengan mudah selama ini," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang korban M Judis (20), mengaku bersyukur kembali pulang ke Palembang. Saat kejadian, dia dan puluhan rekannya sedang berada di bus bersiap makan siang dan masuk ke dalam gedung.
Tiba-tiba suara dentuman kencang terdengar dari dalam gedung yang membuat warga berhamburan keluar. Saat mendekat, para korban adalah teman-teman sekampusnya.
"Saya langsung masuk ke dalam, cari teman-teman. Saya kaget mereka adalah teman kami semua, langsung dibawa keluar," kata dia.
Meski batal jalan-jalan ke beberapa kota di pulau Jawa dan Lombok akibat musibah itu, Judis berharap para korban kembali pulang ke Palembang dalam kondisi sehat seperti sediakala. Mereka akan terus memberikan semangat bagi rekan sekampus yang masih terbaring di rumah sakit agar cepat sembuh.
"Mereka teman sekelas di kampus, kami pergi bareng dan harus pulang bareng. Tapi apa daya, mudah-mudahan cepat sembuh," ujarnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya