Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Santriwati Dituduh Mencuri di Indomaret Manonjaya Tasikmalaya

4 Santriwati Dituduh Mencuri di Indomaret Manonjaya Tasikmalaya ilustrasi. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Empat santriwati dari Ponpes Miftahul Huda kaget usai belanja di Indomaret Manonjaya, Rabu (1/1) lalu. Tiba-tiba, ia dipanggil oleh salah satu karyawan yang bekerja dan dituduh mencuri. Bahkan mereka sampai digeledah.

Adegan tersebut sempat menjadi tontonan warga yang ada di lokasi. Namun rupanya saat digeledah tidak ditemukan barang yang dinyatakan dicuri oleh mereka dari dalam toko itu.

Tuduhan tersebut sempat membuat ribuan santri yang mengetahui hal tersebut marah. Ribuan santriwan dan santriwati Ponpes Miftahul Huda pun sempat menggelar aksi demonstrasi di toko Indomaret, tempat rekannya dituduh melakukan aksi pencurian.

Mereka meminta agar pihak Indomaret meminta maaf secara langsung kepada pihak pesantren dan kepada santriwati yang bersangkutan. Terakhir, pihak Indomaret juga diminta membuat video pernyataan permintaan maaf ke pihak santriwati khususnya, santri Ponpes Miftahul Huda.

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Asep Maoshul Affandi mengatakan, aksi demo yang dilakukan itu merupakan bentuk solidaritas para santri. Menurut dia, para santri itu meminta manajemen Indomaret meminta maaf atas perlakuan karyawannya kepada para santriwati yang berbelanja di Indomaret Manonjaya.

Dia menjelaskan, saat itu empat orang santriwatinya memang belanja kebutuhan di Indomaret Manonjaya. Namun saat selesai membayar mereka dipanggil dan ditanya karena merasa ada barang yang hilang.

"Santri digeledah, padahal kan harusnya karyawan lihat CCTV dulu. Tapi ini malah langsung menggeledah, jadi sudah ada antipati," katanya.

Atas kejadian tersebut, Asep mengaku bahwa pihaknya dirugikan secara moral dan santri seolah dianggap negatif dan suka mencuri padahal aksi tersebut tidak dilakukan santrinya. "Jangan sampai ada stigma terhadap santri. Ini masalah harga diri, karena bukan merupakan kejadian yang pertama," tutupnya.

Indomaret Minta Maaf

Sementara itu, Branch Manager PT Indomarco Prismatama Bandung, Dedi Yusup Apriadi mengatakan, pihaknya secara resmi meminta maaf kepada pimpinan Ponpes Miftahul Huda, Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida), dan para santri, atas kejadian itu. Ia mengakui, tindakan yang dilakukan salah satu karyawannya itu tidak sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur).

Apa yang dilakukan karyawan sendiri menurutnya menimbulkan kesalahpahaman. Namu ia mengatakan bahwa karyawan tersebut pun telah meminta maaf kepada santriwati yang sempat dituduh mencuri itu.

"Kami akan arahkan karyawan itu untuk meningkatkan pelayanan," katanya.

Dedi mengungkapkan, secara dasar para karyawan toko telah dibekali pelatihan dalam pelayanan kepada para konsumen. Bahkan secara periodik, manajemen pun senantiasa mengingatkan seluruh karyawan agar melayani dengan ramah dan sopan.

Atas kejadian tersebut, ia memastikan bahwa manajemen akan memberikan sanksi kepada karyawan tersebut. "Atas kejadian ini kami sangat minta maaf. Kita harap kejadian ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan," ujar dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP