4 Pasien di Aceh Dinyatakan Positif Corona, 1 Orang Meninggal
Merdeka.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh mencatat, hingga Jumat (27/3) pukul 18.30 WIB, total pasien positif corona bertambah menjadi empat orang. Satu di antaranya meninggal dunia, yaitu seorang warga Kota Lhokseumawe.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, berdasarkan hasil swab, tiga pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi positif. Total pasien positif corona menjadi empat orang.
"Benar ada tambahan tiga orang positif Covid-19 di Aceh," kata SAG, sapaan akrab Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh.
Ketiga pasien positif Covid-19 itu pasien laki-laki usia 40 tahun warga Kabupaten Aceh Besar, pasien perempuan usia 60 tahun dan pasien laki-laki usia 60 tahun warga, keduanya warga Banda Aceh.
"Ketiganya dirawat di RSUZA, Banda Aceh," jelasnya.
Sebelumnya pasien berinisial AA asal Lhokseumawe juga dinyatakan positif dan telah meninggal dunia. Sedangkan EY yang juga meninggal belum keluar hasilnya.
Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indoensia (IDI) Aceh, Safrizal Rachman mengatakan, sejak awal sudah berkali-kali menyampaikan, Indonesia dan khususnya Aceh harus melakukan lockdown. Warga harus disiplin berada di rumah dan tidak melakukan kontak fisik atau juga disebut physical distancing.
Menurut analisa Safrizal sejak awal sudah disampaikan, ada beberapa provinsi yang sudah terpapar virus corona. Sedangkan bila ada provinsi yang belum ada kasus, seharusnya dapat menghindari dari virus mematikan itu.
"Berhadapan itu biaya mahal, harus sediakan rumah sakit, obat dan sebagainya," kata Safrizal.
Tetapi yang terjadi sekarang banyak daerah yang belum terpapar virus tersebut terkesan lengah, tidak menghindar. Safrizal menjelaskan, menghindar itu dengan cara menutup diri. Apapun istilahnya, yang terpenting adalah tetap berada di rumah dan tidak berada di keramaian serta menghindar kontak fisik secara langsung.
Kemudian yang terjadi, sebutnya, pemerintah mengharamkan opsi menutup diri secara total. Atau sering disebut dengan istilah lockdown. Padahal untuk memerangi penyebaran virus corona itu dengan cara mengisolasi diri di rumah masing-masing.
"Kemudian opsi ini dibilang haram (oleh pemerintah), padahal opsi inilah yang paling efektif," sebutnya.
Begitu juga di tingkatan daerah. Presiden Jokowi telah menyampaikan tidak boleh ada daerah yang memberlakukan lockdown. Sehingga pemerintah provinsi pun tidak ada yang berani melakukan langkah menutup diri secara total itu.
Safrizal mengaku situasi sekarang seluruh Indonesia tidak lagi bicara menghindar. Tetapi harus berhadapan secara langsung melawan virus yang mematikan itu. Seluruh Indonesia harus siap berhadapan langsung dengan virus asal Wuhan, China tersebut.
Menyangkut dengan imbauan menjaga jarak fisik yang disampaikan pemerintah, sebutnya, banyak warga tidak disiplin. Padahal warung kopi sudah diminta untuk tutup dan tidak dibenarkan berkumpul dan diminta menjaga jarak fisik.
Faktanya sekarang masih banyak warga berada di ruang publik dan saling berdekatan. Terutama di warung kopi, masih nongkrong secara ramai-ramai. Tentu ini akan sangat berbahaya dan akan mempercepat penyebaran virus tersebut.
"Soal Social Distancing (Physical Distancing), sebenarnya bisa, tetapi orang kita enggak disiplin," ungkapnya.
Menurutnya yang paling tepat untuk melawan corona sekarang adalah melakukan opsi lockdown. Harus ada ketegasan dari pemerintah yang disertai penegakan hukum bagi warga yang melanggar, masih tetap berkeliaran di luar rumah selama lockdown.
"Jadi sekarang itu militer harus turun, perlu ketegasan, seperti operasi militer," tegasnya.
Menurutnya dengan opsi menutup diri total akan ketahuan apakah ada kasus di suatu daerah. Lebih baik berhenti beraktivitas sementara, baik satu bulan atau lebih agar lebih baik untuk akan datang.
Setelah lockdown selama waktu yang telah ditentukan, sebutnya, bila suatu daerah bersih dan tidak ada kasus positif corona, baru diperbolehkan kembali beraktivitas seperti biasa.
Kata Safrizal, yang paling mendesak dilakukan pemerintah Indonesia sekarang adalah lockdown. Seluruh warga berada di rumah, militer turun tangan dan siapapun yang melanggar harus ditindak tegas.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya