4 Kapal nelayan Vietnam ditangkap saat Jokowi kunker ke Natuna
Merdeka.com - Tim patroli Kepulauan Natuna menangkap empat kapal nelayan asal Vietnam, Kamis (6/10). Bertepatan dengan latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha 2016, empat kapal itu memasuki Pulau Natuna untuk mencari ikan.
"Ditangkap oleh KRI Lamadang, KRI Imam Bonjol," ungkap Kepala Pangkalan Laut Ranai, Kabupaten Natuna, Kolonel Arif Badrudin di Selat Lampa, Kepulauan Natuna, Kamis (6/10).
Dikatakan Kolonel Arif, nelayan yang berhasil ditangkap kini tengah dimintai keterangan. Berdasarkan informasi sementara, mereka mengaku terpaksa masuk ke Perairan Natuna untuk mencari ikan.
"Karena di perairan mereka kehabisan ikan jadi mereka mencari ikan di tempat yang banyak ikannya. Nah di Natuna banyak ikannya," jelasnya.
Arif menambahkan, Pulau Natuna merupakan salah aset negara yang paling penting. Di pulau ini, TNI menjadi garda depan untuk mempertahankan sumber daya alam Indonesia dari ancaman asing.
"Perairan kita ini jadi daya tarik bagi orang asing karena lebih banyak lautnya daripada darat," ujarnya.
Dituturkan Kolonel Arif, menjaga Pulau Natuna dari gangguan asing merupakan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, TNI mengerahkan sedikitnya empat kapal patroli setiap hari.
"Itu untuk menjamin kedaulatan kita dari mereka yang melakukan penangkapan ilegal, tindakan-tindakan lain yang melanggar aturan," pungkas dia.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Pulau Natuna pada Kamis (6/10). Dalam kunjungan kerja ini, presiden menghadiri latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha 2016 sekaligus meresmikan Bandara Ranai Natuna. Selain itu presiden juga meninjau beberapa lokasi pembangunan di Pulau Natuna seperti pembangunan dermaga kapal atas air dan pembangunan fasilitas pangkalan. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya