4 Jenderal bintang dua calon kuat Kabareskrim Polri
Merdeka.com - Kurang dari dua bulan lagi masa jabatan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Anang Iskandar berakhir. Beberapa nama yang dijagokan menggantikan posisi Anang pun mulai merebak. Tidak hanya jenderal bintang tiga, beberapa nama dari perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau berpangkat bintang dua juga dikabarkan bakal ikut dalam bursa panas calon Kabareskrim.
Menurut Kepala Biro Penerangan Humas, Brigjen Pol Agus Rianto, Polri belum menggelar rapat Dewan Jabatan dan Pangkat Tinggi (Wanjakti). Dia beralasan, pembahasan nama-nama calon Kapolri akan dilakukan menjelang masa jabatan Jenderal Pol Badrodin selesai.
"Kita masih belum ada langkah lebih lanjut, masih lebih dari dua bulan (Masa jabatan Jenderal Pol Badrodin selesai)," ujar Agus kepada merdeka.com, Selasa (17/5) malam.
Meski begitu setidaknya ada 4 Jenderal bintang dua calon kuat Kabareskrim Polri yang dirangkum merdeka.com:
Irjen Pol Anas Yusuf
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKapolda Jawa Timur ini namanya dijagokan pada bursa calon Kabareskrim baru. Anas yang berpangkat jenderal bintang dua itu merupakan alumnus Akpol (Akademi Kepolisian) pada tahun 1984 di bidang reserse. Karirnya melejit saat menjadi ketua tim penjemput buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Nazaruddin ke Colombia.Selain menjadi ketua tim penjemput Nazaruddin dia juga pernah menduduki jabatan staf ahli bidang sosial dan politik Kapolri. Juli 2012 sampai Juni 2013 Anas karir Anas kembali melejit dipromosikan sebagai Kapolda Kalimantan Timur, dia juga pernah menjabat sebagai wakil Kabareskrim Polri pada 12 Juni 2013 sampai September 2014.
Irjen Safaruddin
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJebolan Akpol tahun 1984 ini juga menjadi jenderal bintang dua yang turut dijagokan menggantikan Komjen Pol Anang Iskandar sebagai Kabareskrim. Safaruddin saat ini menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur, terlebih dahulu dia menjabat sebagai wakil Kapolda Kalimantan Barat periode 8 Juni 2010 sampai 15 februari 2013 menggantikan Kombes Pol Arie Sulistyo. Lepas jabatan sebagai Wakapolda Kalimantan Barat, karirnya menanjak sebagai Wakil kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri menggantikan Irjen Pol Djoko Mukti Haryono pada 22 Januari 2015 sampai 3 September 2015. Lepas jabatan sebagai Wakabaintelkam Polri, karir Safar merangkak naik menjadi Kapolda Kalimantan Timur sejak 3 September hingga sekarang.
Irjen Arman Depari
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comNama Arman Depari sontak menjadi sorotan setelah ada siswi yang mengaku anak Arman, meski begitu dia turut dijagokan meramaikan bursa bakal calon Kabareskrim Polri. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menilai Arman cukup mumpuni menjabat sebagai Kabareskrim POlri selanjutnya."Biasanya Wanjakti Polri mengusulkan dua atau tiga nama untuk disetujui atau dipilih presiden sebagai Kabareskrim," ujar Edy, Kamis (19/5).Arman Depari merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang karirnya cukup gemilang, termasuk di bidang reserse. Jebolan akademi kepolisian 1985 ini juga pernah mengemban jabatan strategis di dunia reserse. Semisal, Wadir Reskrim Polda Sumatera Utara, Kepala Densus 88 Polda Sumut, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.Bahkan, Depari pernah menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau sebelum dipercaya menjadi Deputi Pemberantasan Narkoba BNN.
Komjen Tito Karnavian
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTito yang dilantik sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 9 April lalu menjadi daftar siapa bakal calon Kabareskrim Polri. Dilantiknya Tito menjadi kepala BNPT merupakan pencapaiannya yang mulus lantaran menjadi jenderal bintang tiga termuda.Akpol lulusan 1987 itu pun juga pernah menjadi bintang dua termuda ketika menjabat Kapolda Papua. Prestasi Tito pun terbilang bagus hingga kariernya moncer.Nama Tito mulai dikenal saat memimpin Tim Kobra yang ditugaskan menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy, putra mantan Presiden Soeharto. Berdasarkan penyidikan polisi, Tommy merupakan dalang pembunuhan Ketua Muda Bidang Hukum Pidana Mahkamah Agung (MA), Syafiuddin Kartasasmita (60) pada tahun 2001.Keberhasilan Tim Kobra diapresiasi oleh Kapolri Jenderal S Bimantoro. Pangkat 25 orang anggota tim dinaikkan. Kompol Tito resmi berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP). Tito yang berusia 35 tahun menjadi perwira termuda dengan dua melati di pundaknya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya