39 TKI ilegal hendak ke Malaysia ditangkap polisi di Nunukan

Selasa, 23 Oktober 2018 00:05 Reporter : Saud Rosadi
39 TKI ilegal hendak ke Malaysia ditangkap polisi di Nunukan Polda Kalimantan Utara gagalkan pengiriman TKI ilegal ke Malaysia. ©handout/Polda Kalimantan Utara

Merdeka.com - Polda Kalimantan Utara, menggagalkan pengiriman 39 WNI untuk dipekerjakan ilegal di negeri jiran Malaysia. Seorang penyalur warga di Nunukan, ditetapkan tersangka dan kini ditahan di Polres Nunukan.

Puluhan orang itu diamankan Jumat (19/10). Mereka diamankan saat berangkat dari kawasan Sungai Nyamuk di Sebatik, Nunukan, menuju Tawau, Sabah, di Malaysia, secara ilegal Malaysia.

"Sebanyak 39 WNI terdiri dari 4 anak-anak, 30 pria dewasa dan 5 wanita berhasil diamankan polisi saat akan menyeberang ke Tawau. Ada 1 orang diduga sebagai pelaku yang mengirimkan TKI ilegal, sekarang ditahan di Polres Nunukan," kata Kapolda Kaltara, Brigjen Indrajit, dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Senin (22/10).

Indrajit mengatakan, upah yang menggiurkan di luar negeri jadi alasan puluhan WNI itu mau bekerja di Malaysia. Polda Kaltara memberikan atensi khusus terhadap jenis tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Ini jadi salah satu prioritas kepolisian untuk menindak tegas pihak atau jaringan pengiriman TKI ilegal, karena melanggar UU No 17 tahun 2018. Saat ini baru 9 kasus yang TPPO ditangani Polres Nunukan, dan 1 kasus oleh Polda kaltara," ujar Indrajit.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, pihak Malaysia justru menuding aparat di Indonesia tidak ketat mengawasi pintu masuk di perbatasan.

"39 orang WNI yang digagalkan keberangkatannya oleh polisi itu, nanti akan diserahkan sepenuhnya kepada penyidik Polres Nunukan dan Polda Kaltara. Sambil menunggu penyelesaian secara bertahap, mereka sementara ditampung di rusunawa Sedadap, di Jalan ujang Nunukan," kata Ramadhan.

"Berdasarkan data asal deportan, mereka berasal dari 5 provinsi yakni Sulsel, NTT, Sultra, Sulbar dan Kaltara. Pintu masuk maupun keluar dari dan ke Malaysia sangat banyak dan sulit terdeteksi. Apalagi masih banyak calo yang membantu keberangkatan pekerja migran Indonesia dengan cara ilegal," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. TKI Ilegal
  2. TKI Malaysia
  3. Nunukan
  4. TKI
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini