30 Koki di Yogya Buka Layanan Masak Gratis Daging Kurban, Ada Menu Raja Mataram
Merdeka.com - 30 chef dari hotel dan restoran di Yogyakarta yang tergabung dalam Explorasa Nusantara, membuka jasa memasak daging kurban gratis di samping Masjid Gedhe Kauman, sejak Rabu (28/6) hingga Kamis (29/6).
Founder dan Ketua Umum Explorasa Nusantara Chef Jawel Husin menerangkan, gerakan masak daging kurban sudah berlangsung sejak tahun 2015.
"Tahun ini sudah kali ketiga di kompleks Masjid Gedhe Kauman. Kita juga pernah di berbagai tempat dan memasak untuk warga Palestina juga pernah," kata Jawel di Masjid Gedhe Kauman, Kamis (29/6).
Jawel menjabarkan, gerakan ini berawal untuk meminimalisir penjualan daging kurban karena penerimanya sibuk maupun tidak bisa memasak. Jawel berharap lewat gerakan ini masyarakat bisa menikmati daging kurban dengan penuh senyum.
Jawel menjelaskan untuk tahun ini pihaknya mengambil tema Kuah Nusantara. Ada lima menu yang bisa dipilih yaitu gulai, soto, tongseng, krengsengan dan gecok.
"Hari pertama ada 61 kupon keluar. Artinya ada sekitar 122 masakan diselesaikan dalam waktu 5 jam," beber Jawel.
Ada perubahan menu hari kedua. Jika di hari pertama ada menu soto, maka di hari kedua diganti dengan menu sate goreng.
"Tujuan utamanya gerakan ini kan daging itu diperuntukkan untuk masyarakat ya. Kekhawatiran kita karena kesulitan memasak malah akhirnya mereka jual daging kurban itu ke pasar dan tempat lain. Karena itu kita bantu, kita fasilitasi masak di sini gratis," urai Konsultan gerakan masak daging kurban, Chef Imam Manggala.
Imam menjabarkan tidak ada batasan berat daging kurban yang dimasak. Meski demikian, lanjut Imam, biasanya ada dua menu yang dipilih oleh warga.
Imam menuturkan untuk tahun ini pihak menyediakan pilihan menu makanan raja-raja Mataram. Semua itu sebagai bentuk eksplorasi rasa dan mengedukasi masyarakat tentang masakan kuno.
"Selain itu ada menu kerajaan Mataram yakni Krengsengan dan Gecok. Krengsengan adalah olahan daging yang berkuah dengan bumbu merujuk dari resep Kerajaan Mataram kuno," papar Imam.
"Ini kan masakan raja ya, dan ini memang tidak sembarangan artinya tidak nembak resep. Kita sudah melalui riset dan sudah kita konfirmasi ke Keraton boleh," sambung Imam.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya