Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Pasien Covid-19 di Maumere Meninggal Setelah Diambil Paksa Keluarga dari RS

3 Pasien Covid-19 di Maumere Meninggal Setelah Diambil Paksa Keluarga dari RS Pasien Covid-19 jalani perawatan intensif di RS. ©REUTERS/Willy Kurniawan

Merdeka.com - Tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Maumere Ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur meninggal dunia di rumah masing-masing, saat menjalani isolasi mandiri.

Tiga orang pasien itu sebenarnya memiliki indikasi yang mengharuskan mereka dirawat di rumah sakit, namun dibawa paksa oleh keluarga kembali ke rumah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr Clara Francis, menjelaskan tiga pasien itu sebenarnya mempunyai indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Namun, keluarga mereka memaksa untuk pulang ke rumah.

“Pasien isolasi mandiri di Sikka yang meninggal ada tiga, dua diantaranya sudah dirawat di rumah sakit, tetapi mereka paksa pulang ke rumah,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr Clara Francis, Jumat (23/7).

Menurut Clara, duua orang pasien diambil dan dibawa pulang oleh keluarga, sementara satu pasien lainnya menolak untuk dirawat di rumah sakit oleh tim medis.

“Yang meninggal di rumah tetap dikuburkan secara protokol kesehatan melalui bagian penindakan di satgas,” jelasnya.

Clara menjelaskan, sebenarnya ketiga pasien isolasi mandiri yang meninggal tersebut kriterianya sudah berat. Bahkan satgas juga sudah memberikan edukasi untuk tetap dirawat di rumah sakit, tetapi keluarga tetap memaksa untuk dibawa pulang ke rumah.

Masih menurut Clara, ada sejumlah pasien isolasi mandiri dengan indikasi awal berat, namun setelah keluarga menghubungi tim satgas dan menjemput pasien dengan aman.

Sejauh ini, masih ada masyarakat yang menolak untuk dibawa ke lokasi karantina terpusat, dan rumah sakit pasca-terpapar Covid-19. Namun setelah diberikan penjelasan oleh satgas, mereka mau untuk menjalani isolasi terpusat atau rumah sakit.

“Boleh karantina mandiri jika gejala ringan. Jika dalam perjalanan isolasi mandiri itu mengalami perburukan, keluarga bisa menghubungi satgas dan itu langsung dijemput. Kemarin dijemput ada dua orang, kita dapat telepon dari keluarga langsung ke lokasi dan jemput antar ke rumah sakit. Itu garis koordinasinya,” tutupnya.

Untuk diketahui, jumlah pasien yang menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Sikka saat ini berjumlah 625 orang. Jumlah pasien positif sebanyak 734, tiga diantaranya telah meninggal dunia.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP