Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Menteri ikut pemilih rektor baru UGM

3 Menteri ikut pemilih rektor baru UGM UGM. ©Istimewa

Merdeka.com - Tiga orang menteri yaitu Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Menteri Perhubungan, Budi Karya dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimuljono ikut memilih Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2017-2022, Senin (17/4). Ketiga menteri tersebut merupakan anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UGM.

Pemilihan Rektor UGM diselenggarakan di Balai Senat UGM dipimpin langsung oleh Mensesneg Pratikno yang merupakan ketua MWA UGM dan mantan Rektor UGM. Ada tiga calon yang maju dalam pencalonan Rektor UGM. Ketiganya adalah Dekan Fisipol, Erwan Agus Purwanto, Dekan FT, Panut Mulyono dan Dekan Fakultas Peternakan, Ali Agus.

Pemilihan Rektor UGM berlangsung dalam tiga putaran. Sebelumnya, masing-masing calon Rektor UGM menyampaikan visi misi dan program kerjanya di depan 19 orang anggota MWA. Selain tiga menteri, adapula Sri Sultan HB X, Rektor UGM Dwikorita Karnawati dan beberapa perwakilan dari UGM.

Pada putaran pertama, Ali Agus mendapatkan 7 suara, Erwan Agus Purwanto mendapatkan 7 suara dan Panut Mulyono mendapatkan 11 suara. Pemilihan putaran kedua dipilih karena belum memenuhi kuota 51 persen suara. Putaran kedua dilakukan untuk menggugurkan satu calon rektor. Dalam pemilihan ini Ali Agus mendapatkan 13 suara dan Erwan Agus Purwanto mendapatkan 12 suara.

Di putaran ketiga, terpilih dua nama yaitu Ali Agus dan Panut Mulyono. Pemilihan ini akhirnya dimenangkan oleh Panut Mulyono dengan mendapatkan 15 suara sedangkan Ali Agus mendapatkan 10 suara.

Ditemui usai terpilih sebagai Rektor UGM, Panut Mulyono mengatakan bersyukur mendapatkan amanah untuk menjadi pemimpin di UGM. Panut menyampaikan bahwa dirinya akan melakukan pembenahan ke dalam dan akan meningkatkan SDM UGM.

"Saya berharap UGM bisa sesuai dengan keinginan pemerintah untuk masuk ke 500 universitas terbaik dunia. Tetapi kita berharap tidak hanya masuk ke 500 universitas terbaik di dunia tetapi bisa lebih dari itu," ungkap Panut.

Panut menambahkan bahwa UGM juga akan meningkatkan penelitian-penelitian yang memiliki kontribusi kepada rakyat Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh UGM, lanjut Panut, diharapkan bisa menjadi produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP