3 Kisah orang tak punya, otaknya cerdas lolos jadi anggota Polri dan TNI
Merdeka.com - Meski terlahir dari keluarga tidak mampu, anak-anak Indonesia perlu diapresiasi dalam menggapai cita-cita. Dengan semangat belajar yang tinggi, banyak dari mereka berhasil menjadi anggota Polri dan TNI. Bahkan tidak sedikit yang menjadi lulusan terbaik di angkatannya.
Kisah-kisah mereka ini menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya. Karena, mereka membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang. Berikut adalah kisah anak kurang mampu yang sukses menjadi anggota Polri dan TNI berkat kecerdasannya.
Anak tukang batu dilantik jadi anggota polisi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBripda Asrul (20) berhasil dilantik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Makassar pada Maret 2018 lalu. Perjuangan anak tukang batu menjadi bagian keluarga korps Bhayangkara ini tidak mudah.Â
Asrul adalah anak sulung dari dua bersaudara pasangan Syamsuar (46) dan Rusnah (44), warga BTN Batara Ugi Blok A1 No 9 Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Syamsuar ayah Asrul bekerja seorang tukang batu. Jika orderan sepi, dia mengojek atau memungut sampah, besi tua atau tembaga di jalan untuk dijual.
Sang ayah tidak bisa menahan haru saat bercerita mengenai nasib baik anak sulungnya ini. "Selalu saya bilang ke Asrul, belajar dan berusaha. Ikuti saja tes, semuanya tergantung Yang di atas. Ibunya juga selalu bilang begitu ke anaknya dan ternyata benar-benar lulus. Harapan saya ke Asrul, tetap perbaiki akhlak karena kalau akhlak tidak baik, bisa rusak semua," tutur Syamsuar di tengah isak tangisnya.
Anak petani raih Adhi Makayasa Akademi Angkatan Laut
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerwira lulusan Akademi Angkatan Laut bernama Samsul Huda itu merupakan putera dari Slamet dan Srikanah, petani dari Dusun Tutup, Desa Sidodowo, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Letnan Dua Samsul berhasil menjadi lulus terbaik dengan predikat Adhi Makayasa.
Sebelumnya Samsul Huda sempat gagal masuk TNI. Namun, kegagalan ini tak membuatnya patah semangat, dia berusaha lebih keras dan berhasil masuk Akademi Angkatan Laut tahun berikutnya. Terbukti prestasinya melampaui taruna yang lain.
Anak sekuriti jadi lulusan terbaik polisi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKerja keras memang tidak akan mengkhianati hasil. Hal ini yang dialami oleh Bayu Arsyifa Rahmadi. Bripda Bayu adalah sosok yang pantang menyerah. Buktinya, pemuda yang menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara Betung, Sumatera Selatan ini berhasil mendapatkan predikat lulusan terbaik setelah gagal mencoba tes masuk delapan kali.
Selama menempuh pendidikan, putra kedua dari seorang mantan sekuriti salah satu bank swasta di Palembang itu, dipercaya menjadi komandan resimen. Hal ini lantaran terlihat jiwa kepemimpinan yang dimilikinya.
Ayah Bayu, Abimanyu mengatakan anaknya itu masuk polisi tanpa dipungut biaya, kecuali untuk keperluan fotokopi berkas saat pendaftaran. Menjadi polisi ada cita-cita Bayu sejak kecil sehingga selalu ikut tes meski gagal.
(mdk/esy)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya