234 Pemukiman di Desa Kalijeruk Cilacap terendam banjir
Merdeka.com - Hujan yang berlangsung semalaman pada Jumat (7/10) malam sampai Sabtu (8/10) pagi di wilayah kecamatan Kawunganten, membuat desa Kalijeruk terdampak banjir. Sebanyak 234 rumah terendam banjir sampai ketinggian satu meter. Ratusan warga pun mesti diungsikan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan hujan tanpa henti sedikitnya menyebabkan enam RT di desa Kalijeruk terendam banjir. Dari 802 penduduk, 380 warga mesti dievakuasi. Desa tersebut merupakan area di pinggir sungai Ciberem yang meluap karena curah hujan tinggi dan tidak mampu menampung air kiriman dari dataran tinggi.
"Melihat kondisi hujan yang terus turun kemungkinan 2 hari baru surut," kata Tri Komara, Sabtu (8/10).
Masyarakat yang mengungsi sebagian ditempatkan di balai desa dan rumah warga. Genangan air di jalan setinggi 150-160 meter lebih. Sedang 234 pemukiman di enam RT terendam banjir setinggi satu meter.
Proses evakuasi warga terdampak banjir sampai saat ini sedang berjalan dan mengintensifkan pemantauan karena hujan diperkirakan masih berlangsung. BMKG Cilacap menyatakan potensi curah hujan akan tetap terjadi di wilayah Cilacap.
"Kami mengutamakan kelompok rentan dahulu, yakni balita, ibu hamil dan manula," imbuh Tri.
Ketua RT 6 RW 3 Desa Kalijeruk, Hadi Suprapto mengatakan kondisi dampak banjir terparah di desa Kalijeruk yakni di dusun Tegalanyar dengan ketinggian sampai satu meter lebih. Sedang di dusun Jatireja ketinggian air sampai satu meter. Dampak banjir ini berlangsung ketika hujan tak kunjung henti berlangsung dari Jumat malam sampai Sabtu pagi.
"Setiap tahun terjadi. Sekarang semakin luas banjirnya," kata Tri. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya