21 Orang Diperiksa Terkait Dugaan Penimbunan Obat Azithromycin di Jakbar

Kamis, 29 Juli 2021 12:22 Reporter : Nur Habibie
21 Orang Diperiksa Terkait Dugaan Penimbunan Obat Azithromycin di Jakbar Azithromycin 500 mg produk PT Pyridam Farma Tbk (PYFA). ANTARA

Merdeka.com - Kanit Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri menegaskan pihaknya masih mendalami kasus dugaan penimbunan obat azithromycin di sebuah gudang di Kalideres, Jakarta Barat. Polisi memeriksa 21 saksi untuk mengusut kasus tersebut.

"Total sudah 21 saksi kita periksa," kata Fahmi saat dikonfirmasi awak media, Kamis (29/7).

Fahmi menyatakan, puluhan saksi tersebut berasal dari sejumlah perusahaan penyuplai obat terkait. Namun dia tidak membocorkan siapa saja identitas 21 orang tersebut.

"Saksi itu dari pihak PT Handal Makmur Mulia selaku penyuplai azithromycin ke PT ASA, kemudian ada karyawan PT ASA dan saksi ahli juga yang kami mintai keterangan," jelas Fahmi.

Fahmi optimis, polisi dapat merampungkan kasus ini melalui gelar perkara dalam waktu dekat. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan kejaksaan agar kasus bisa cepat naik ke meja hijau.

"Doain saja gelar perkara bisa dilakukan hari ini atau besok (Jumat, 30 Juli 2021)," Fahmi menandasi.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil menguak kasus penimbunan obat yang digunakan sebagai terapi pasien Covid-19. Obat-obatan itu ditimbun di sebuah ruko, Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kalideres, Jakarta Barat.

Diketahui, aksi polisi ke ruko tersebut terjadi pada Senin 12 Juli 2021. Ruko tersebut diduda dijadikan gudang penimbunan PT ASA. Polisi tidak hanya menemukan jenis obat azithromycin, namun juga obat lainnya dengan modus yang sama, seperti paracetamol dan dexamethason.

Sebanyak 730 boks azithromycin 500 miligram (mg) berhasil diamankan. Sebagai informasi, dalam satu boks itu berisi 20 tablet obat azithromycin. Penyelidikan sementara mengatakan, penimbunan diduga dilakukan sejak Juli 2021.

Selain modus penimbunan, PT ASA juga menjualnya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan Kementerian Kesehatan. Merujuk pada HET, harga azithromycin 500 mg adalah Rp1.700 per tablet. Namun, PT ASA menjualnya Rp3.350 per tablet. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Obat Covid 19
  3. Polisi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini