20 Nakes Positif Covid-19, Pelayanan di RSUD Ngipang Solo Dibatasi
Merdeka.com - Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngipang, Solo, harus dibatasi lantaran ada 20 tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19. Puluhan nakes tersebut tertular usai dilakukan tracing dari kasus induk yang diketahui tiga hari sebelumnya. Saat ini mereka menjalani perawatan di RSUD Bung Karno.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani membenarkan, adanya kasus tersebut. Manajemen rumah sakit milik Pemkot Solo itu langsung membuat pengumuman yang berisi pembatasan layanan dikarenakan adanya penataan ulang nakes. Pembatasan layanan diberlakukan mulai Senin (9/11) hingga Jumat (13/11) mendatang.
Selama 5 hari tersebut, lanjut dia, RSUD Ngipang tidak melakukan pelayanan poliklinik rawat jalan, rawat inap, pelayanan operasi dan pelayanan persalinan. Sedangkan Unit Gawat Darurat (UGD) hanya melayani pasien korban kecelakaan.
"Pelayanan di RSUD Ngipang akan dibuka kembali secara normal pada Sabtu (14/11). Awalnya ada satu nakes yang mengalami gejala Covid-19. Setelah di-swab, hasilnya positif. Kemudian, dilakukan tracing secara masif dan hasilnya ada 20 yang positif," kata Ahyani, Senin (9/11).
Dia menyampaikan, tracing dilakukan pada Kamis (5/11) lalu. Dan hasilnya baru diketahui pada hari Minggu (8/11). Kebijakan pembatasan pelayanan pasien umum dilakukan untuk menghindari adanya kemungkinan meluasnya penularan.
"Yang terpapar ini tidak hanya warga Solo saja, tetapi ada yang dari luar kota," terangnya.
Sekda Kota Solo itu menambahkan, untuk sementara ini pelayanan pasien RSUD Ngipang dialihkan pada puskesmas terdekat. Ahyani menyatakan, pihaknya belum mengetahui sumber penularan virus tersebut. Apakah dari rekan sejawat atau pasien. Hal itu mengingat pekerjaan tenaga kesehatan berisiko tinggi terpapar Covid-19.
"Kami masih akan melakukan tracing lagi. Untuk sementara pelayanan dialihkan ke rumah sakit lain atau puskesmas terdekat," pungkas dia.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya