Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Siswa tewas di Bekasi, stakeholders harus kerjasama atasi tawuran

2 Siswa tewas di Bekasi, stakeholders harus kerjasama atasi tawuran Ilustrasi Tawuran Pelajar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tawuran antar sekolah hingga antar kampung kerap terjadi di Tanah Air. Mirisnya, tak jarang tawuran tersebut berakibat pada jatuhnya korban jiwa.

Sabtu (11/3) lalu, dua orang pelajar di Bekasi tewas akibat tawuran. Dua orang tewas itu yakni Oliver Vito dan Edi Gilang Febriyanto.

Peristiwa itu amat disesalkan oleh PP Pemuda Muhammadiyah. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Jasra Putra mengatakan, tawuran ini harus dilihat dari berbagai aspek baik sisi psikoligis, budaya, ekonomi, politik dan lingkungan.

"Pandangan ini perlu disampaikan agar negara dan lembaga lain melihat persoalan ini secara utuh, dan tidak saling menyalahkan dan bahkan lempar tanggungjawab dalam melihat rantaian kekerasan yang dilakukan baik di lingkungan pendidikan maupun tempat lainya," katanya, Senin (13/3).

PP Pemuda Muhammadiyah, kata dia, menilai anak adalah korban dari tontonan dan tuntunan orang dewasa. Karenanya diharapkan mulai dari orangtua, guru, masyarakat, pejabat dan peran apapun yang diemban harus memberikan tauladan yang baik kepada anak.

"Anak adalah korban dari kebisingan publik yang terjadi dalam dunia maya dan dunia nyata, untuk menjawab kebisingan ini anak harus didampingi oleh orangtua, guru dan masyarakat untuk mengetahui dan memahami secara utuh peristiwa demi peristiwa yang disaksikan dan dialami. Data menunjukkan 70 persen anak muda Indonesia ada dan aktif dalam dunia maya," katanya.

Selain itu, dia menilai anak adalah korban dari sistem sekolah yang belum ramah terhadap anak. Untuk itu kepala sekolah dan guru harus bekerjasama dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan yakni menjadikan anak yang berkarakter baik.

"Kita berharap ke depan peristiwa tersebut tidak terjadi lagi dan semua stakeholders harus berbenah dan bekerjasama untuk menyelesaikan persoalan hulu kekerasan tersebut, di antaranya belum hadirnya keharmonisan keluarga Indonesia, minimnya ketauladanan pendidik dan tenaga kependidikan dan lebih luas pejabat negara yang belum memberikan tontonan publik yang mendidik bagi anak Indonesia 'bising politik"," kata Koordinator Gerakan Ayah Hebat PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Seperti diketahui, tawuran di Bekasi pada Sabtu lalu terjadi dua kali. Peristiwa pertama terjadi di Jalan Ratna, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi sekitar pukul 13.00 WIB. Tawuran di tempat itu melibatkan SMK Malaka Jaya dan SMK Bina Insan Kamil.

Dalam kejadian itu, pelajar dari SMK Malaka Jaya, Edi Gilang Febriyanto tewas disabet senjata tajam jenis celurit. Dalam kasus itu, polisi menangkap Indra Lesmana yang merupakan mantan pelajar SMK Bina Insan Kamil.

"IL memprovokasi juniornya agar tawuran, IL juga yang menjadi eksekutor. Motifnya karena saling ejek antar dua kelompok pelajar di sekolah terkait," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hero Henrianto Bachtiar.

Selain Edi Gilang, pelajar dari SMK Bina Insan Kamil, Abigail mengalami luka bacok. Polisi hingga saat ini masih memburu pelaku pembacokan terhadap korban yang kini masih dirawat di RS. Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara itu, tawuran ke dua terjadi di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, sekitar pukul 16.00 WIB. Tawuran di lokasi ini melibatkan SMK Daya Utama dan SMP Negeri 36. Dalam kejadian itu, pelajar SMPN 36, Oliver Vito tewas terkena sabetan celurit.

Dari kasus itu, polisi menangkap tiga orang pelajar SMK Daya Utama. RA (16), RM (16), dan YP. Adapun, motifnya lantaran papan plang SMK Daya Utama ditutup pilok oleh pelajar dari SMP Negeri 36, sehingga membuat pelajar SMK Daya Utama tidak senang.

"Pelajar SMK Daya Utama mengadang pelajar SMPN 36 di depan kampus Unisma Bekasi, kemudian terlibat tawuran. RA ialah pelaku utama yang melakukan pembacokan kepada korban hingga meninggal dunia," ujarnya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP