2 Kurir 220 Kg Ganja Ditangkap di Langkat Ternyata Mertua dan Menantu

Senin, 28 Januari 2019 21:55 Reporter : Yan Muhardiansyah
2 Kurir 220 Kg Ganja Ditangkap di Langkat Ternyata Mertua dan Menantu Mertua dan Menantu Kompak Bawa Ganja ke Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Ada fakta baru soal pengiriman 220 kilogram ganja asal Aceh ke Jawa Barat yang digagalkan Polres Langkat, Sabtu (26/1). Pengemudi dua mobil yang mengangkut narkotika itu ternyata mertua dan menantu.

Kedua kurir itu Maimun Saleh (58) dan Gitohani (29). Sesuai KTP, keduanya beralamat di Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Cirebon, Jawa Barat.

"Alamatnya sama, karena kedua pelaku ini masih punya hubungan keluarga," kata AKBP Doddy Hermawan, Kapolres Langkat, Senin (28/1).

Penangkapan Maimun dan Gitohani berawal dari razia yang digelar Satuan Reserse Narkoba dan Satuan Lalu Lintas Polres Langkat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Aceh-Medan, tepatnya di depan Pos Polsek Besitang di Desa Halaban, Besitang, Langkat, Sabtu (26/1). Petugas menghentikan sejumlah kendaraan yang dicurigai.

Mobil Mercedes Benz C200 warna hijau dengan nomor polisi F 1829 EX yang dikemudikan Maimun dan Hyundai Avega hitam berpelat B 1294 WFF yang dikendarai Gitohani turut dihentikan dan diperiksa.

Di bagasi Mercedes ditemukan 120 bal ganja kering dengan berat bruto 120 kilogram. Sementara di dalam Hyundai Avega didapati 100 bal daun ganja kering dengan berat bruto 100 kilogram.

Tersangka mengaku membawa ganja itu dari kawasan Matang, Aceh Utara, untuk dibawa ke Jakarta Timur (bukan Jawa Barat seperti berita sebelumnya). "Upahnya Rp 15 juta, dan uang akan diberikan pada saat barang sudah sampai di Jakarta," kata Doddy.

Sementara Maimun mengaku ganja itu kepunyaan pemilik mobil yang mereka gunakan. Dia terhubung dengan pria ini melalui teman yang dikenalnya saat menjadi sopir truk Banda Aceh-Jakarta.

Mertua dan menantu ini ke Aceh menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta. Tiket mereka sudah disiapkan orang yang memberi perintah. Di Aceh, mereka disuruh untuk membawa 2 unit mobil yang ternyata berisi ganja.

Maimun mengaku terpaksa menyanggupi jadi kurir ganja karena desakan ekonomi. Dia ingin membayar uang kontrakan.

Soal keterlibatan Gitohani, Maimun mencoba melindunginya. Menurutnya, sang menantu hanya diajaknya dan tidak tahu mereka membawa ganja.

"Dia enggak tahu," ucapnya.

Namun, polisi punya bukti yang menjerat Gitohani. Dia dan mertuanya, Maimun, dijerat dengan Pasal 115 ayat (2) subsidair Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ancaman hukuman mati atau minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar," tutup Doddy. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini