2 Agenda istigasah akbar di Jatim sambut Hari Santri Nasional

Rabu, 17 Oktober 2018 22:00 Reporter : Moch. Andriansyah
2 Agenda istigasah akbar di Jatim sambut Hari Santri Nasional Istigasah menyambut Ramadan di Istiqlal. ©2015 merdeka.com/arie bAsuki

Merdeka.com - Sambut Hari Santri Nasional (HSN) tanggal 22 Oktober 2018, Polrestabes Surabaya dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar istigasah untuk mendoakan Indonesia agar terhindar bencana.

Untuk Polrestabes Surabaya, rencananya akan menggelar istigasah akbar bertajuk Indonesia aman, damai, dan sejuk lebih dulu di Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis (18/10) usai salat Isya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, gelar istigasah menyambut HSN ini bertujuan untuk mendoakan Indonesia khususnya Kota Surabaya agar terhindar dari segala bencana. Apalagi, kata Rudi, bangsa Indonesia akan menghadapi Pemilu 2019.

"Kita berdoa bersama agar pesta demokrasi berjalan aman, damai dan sejuk tanpa ada konflik dan ancaman perpecahan NKRI. Kita semua bersaudara. Suroboyo harus aman. Jawa timur harus aman," harap Rudi di Mapolerstabes Surabaya, Rabu (17/10).

Semoga, lanjutnya, Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari bencana apapun. "Mari berdoa untuk saudara-saudara kita yang lagi berduka dan tertimpa bencana alam," ajaknya.

Arak-arakan tumpeng raksasa

Selain istigasah yang diperkirakan akan dihadiri ribuan jemaah ini, juga akan ada arak-arakan tumpeng raksasa Merah Putih berukuran 1,5 meter, yang nantinya akan dipotong oleh Habib Syech Abdul Qodir Asyegaf dan dibagikan ke jemaah.

"Untuk penceramah, kita mengundang KH Anwar Zahid," ucap Rudi.

Sementara PWNU Jawa Timur, juga akan menggelar istigasah kubro pada 28 Oktober di Gelora Delta Sidoarjo, juga untuk mendoakan Indonesia agar terhindar dari bencana.

Sebenarnya, acara ini digelar pada 21 Oktober. Namun karena ada banyak agenda sama yang digelar di berbagai daerah secara bersamaan, istigasah yang digelar PWNU Jawa Timur ini terpaksa diundur tanggal 28 Oktober.

"Njeh (iya) positif (diundur)," kata Ketua Panitia HSN PWNU Jawa Timur, KH Reza Ahmad Zahid kepada wartawan.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di kantor PWNU Jawa Timur, Kamis (11/10) lalu, Gus Reza (KH Reza Ahmad Zahid) menjelaskan, bahwa gelar istigasah kubro ini akan didahului dengan kirab santri dan dihadiri Presiden Jokowi (Joko Widodo) bersama KH Ma'ruf Amin.

Kemudian, acara dipungkasi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa yang dipimpin sembilan kiai khos, yaitu KH Zainuddin Djazuli (Kediri), KH Nurul Huda Djazuli (Kediri), dan KH Ma'ruf Amin (Jakarta).

Lalu KH Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan), KH Miftachul Akhyar (Surabaya), KH Anwar Manshur (Kediri), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Agoes Al Mashuri (Sidoarjo) serta KH Kholil As’ad Syamsul Arifin (Situbondo). [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Hari Santri Nasional
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini