14 Jenazah Korban Penembakan Papua Tiba di Makassar, Tangis Keluarga Pecah

Jumat, 7 Desember 2018 21:31 Reporter : Salviah Ika Padmasari
14 Jenazah Korban Penembakan Papua Tiba di Makassar, Tangis Keluarga Pecah Jenazah korban penembakan di Papua tiba di Lanud Sultan Hasanuddin. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - 16 Jenazah korban penembakan kelompok separatis di Papua tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Pukul 18.04 WITA, Jumat (7/12). Para korban diangkut menggunakan pesawat Hercules A 1331 dari Timika, Papua.

Dari 16 jenazah, hanya 14 yang diturunkan di Makassar dan dua lainnya akan lanjut penerbangannya ke Jakarta untuk dibawa ke kampung halaman di Medan, Sumatera Utara.

Kedatangan jenazah hanya selang beberapa menit setelah kedatangan rombongan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Wakapolri, Komjen Polisi Ari Dono Sukmanto dengan menggunakan pesawat TNI AU Boeing 7305. Mereka juga dari Timika dan transit di Makassar.

Mengenai kedatangan jenazah korban penembakan ini, selain didampingi kerabat masing-masing korban, juga ada anggota kepolisian dan dari pihak PT Istaka Karya. Di lapangan udara sendiri sudah ada 14 unit mobil ambulans yang siap mengantarkan seluruh peti jenazah.

Keluarga Korban penembakan di Papua 2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari


Saat satu persatu peti jenazah diturunkan dan diangkat oleh prajurit TNI dan Polri. Keluarga korban pun mendekat sembari mengikuti peti jenazah yang dibopong aparat itu menuju mobil ambulans sesuai nomor registrasi masing-masing jenazah. Isak tangis pun pecah di antara kerabat itu.

Tapi berbeda dengan Vale (18), putra bungsu dari korban bernama Daniel Karre (45), asal Kabupaten Toraja. Meski pelupuk dari kedua matanya memerah dan berkaca-kaca, tak terdengar isaknya.

Dia terlihat begitu tegar dan tetap melayani pertanyaan jurnalis meski jawabannya sangat hemat. Sementara salah seorang tantenya yang berdiri di sisi kanannya dan berusaha bersandar di bahu keponakannya itu terus menangis.

Keluarga Korban penembakan di Papua 2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari


Vale bungsu dari empat bersaudara mengatakan, di proyek pengerjaan jembatan lokasi peristiwa penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata itu, ayahnya bekerja sebagai driver. Di sana sudah kurang lebih lima tahun demi menghidupi keluarga.

"Terakhir ketemu bapak saat natal tahun kemarin," kata Vale seraya menambahkan, Hasnia ibunya adalah ibu rumah tangga. Korban menjadi tulang punggung keluarga.

Adapun komisaris PT Istaka Karya, Iswanto Sunaryo yang ditemui disela-sela kesibukan pemberangkatan jenazah ke daerahnya masing-masing itu menyebutkan, 14 jenazah yang turun di Makassar adalah Muhammad Agus dibawa ke kampung halamannya ke Kabupaten Gowa, jenazah Fais Syaputra di Kota Makassar. Lalu tujuh jenazah dibawa ke Kabupaten Toraja yakni Alipanus, Carly Fattino, Agustinus, Anugerah, Dino Kondo, Danil Karre dan Marcus Allo.

Selanjutnya, tiga jenazah yang dibawa ke Palu dan Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka adalah Yosafat, Yusran dan Aris Usi. Satu jenazah bernama Samuel Pakiding ke Balikpapan, Kalimantan Timur dan Emanuel Beli Naikteas ke NTT.

"Jenazah yang akan diterbangkan ke Palu, Morowali, Balikpapan dan NTT, mobil ambulansnya diantar ke kargo bandara Sultan Hasanuddin untuk diterbangkan ke daerah tujuannya menggunakan pesawat komersil," jelas Iswanto Sunaryo. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Penembakan
  2. Penembakan Papua
  3. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini