11 Rumah Terancam Longsor Susulan di Kutai Kertanegara
Merdeka.com - Konstruksi tanah yang amblas hingga berakibat longsor di RT 09 Muara Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, terus bergerak. Setelah 6 rumah hancur tertimbun pada Kamis (29/11) siang kemarin, 11 rumah lainnya ikut terancam ambruk.
Pantauan merdeka.com, badan jalan putus total akibat longsor tersebut. Polisi telah menutup jalan agar tidak dilalui pengguna jalan. Sehingga masyarakat terpaksa harus mengambil jalan memutar dari Sangasanga ke Muara Jawa.
Selain rumah hancur, longsor juga menyebabkan kabel Telkom, PLN dan fiber optik terputus. Listrik setempat terpaksa harus dipadamkan PLN.
"11 rumah terdampak, karena retak-retak dan miring. Total sementara ada 17 KK mengungsi ke tempat aman," kata Ketua RT 09, Tukijo ditemui merdeka.com, Jumat (30/11).
Tukijo menerangkan, tanah masih labil sehingga terjadi pergerakan tanah secara perlahan. Saat kejadian Kamis (29/11) siang kemarin, memang mengejutkan warga setempat.
"Tanah labil iya. Tanda-tanda longsor tidak ada. Terjadi spontanitas," ujarnya.
"Beberapa saat sebelum longsor, memang masih ada aktivitas tambang (dekat rumah warga) PT ABN dari Toba Grup," tambah Tukijo.
Jauh sebelumnya, Tukijo mengungkapkan, warga menolak adanya aktivitas tambang batubara di sekitar tempat tinggal warganya. "Pernah menolak. Tapi mereka ada izin, kami bisa apa, kami kan warga biasa," sebutnya.
Sejauh ini, menurut Tukijo, manajemen PT ABN bertanggungjawab terkait peristiwa itu. "Sementara warga saya mengungsi tanpa batas waktu. Sampai bangunan mereka dibangun lagi," terang Tukijo.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya