11 Rumah Rusak dan 3 Nyaris Ambruk Terdampak Proyek Kereta Cepat

Selasa, 12 November 2019 23:45 Reporter : Bram Salam
11 Rumah Rusak dan 3 Nyaris Ambruk Terdampak Proyek Kereta Cepat Rumah warga rusak akibat pembangunan kereta cepat. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Tiga rumah milik warga di Kampung Tegal Nangklak RT 021/08 Desa Bunder, Jatiluhur, Purwakarta rusak parah imbas pembangunan kereta cepat. Rumah milik warga bernama Cucu, Ati dan Nani hampir ambruk,

Mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka karena khawatir mengancam keselamatan. Cucu mengatakan pembangunan jalur kereta cepat dibangun tidak jauh dari rumahnya.

"rumahnya mau pada roboh malah tiga rumah hancur dan retak-retak membesar. Di atas rumah itu jalan proyek getaran ya dari mesin-mesin,termasuk getaran alat berat dari mesin terowongan," kata Cucu kepada wartawan, Selasa (12/11).

1 dari 2 halaman

Kompensasi Rp1 Juta untuk Sewa Rumah

Dia mengaku mendapatkan kompensasi Rp1 Juta untuk menyewa rumah. Sementara, uang ganti rugi masih sebatas pembicaraan lisan dari pihak kontraktor.

"Sementara disuruh ngontrak dulu, kalau bilang mah iya mau diganti termasuk rumah yang lainnya yang terdampak, tetapi katanya masih menunggu proses," jelasnya.

Munculnya retakan berawal pada September 2019 lalu. Cucu dan sejumlah warga sudah melayangkan protes tetapi tidak direspons cepat.

2 dari 2 halaman

11 Rumah Lain Rusak

Menurutnya, ada sekitar 11 rumah lainnya yang mengalami hal sama tetapi tidak separah rumah rumahnya. Kepada warga, pihak kontraktor kereta cepat menyatakan kerusakan rumah warga akan segera ditindaklanjuti.

"Ya enggak tahu bilangnya masih proses. Bahkan pernah dulu diukur-ukur, kita pernah protes tapi masih bilang proses, bilangnya cuman kalau sudah rusak parah ya nanti diganti, kalau belum ya tinggal dulu saja," ungkap dia.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian membenarkan ada tiga rumah yang mengalami kerusakan. Pihaknya memasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekat ke lokasi.

"Kerusakan tersebut berawal pada bulan September 2019 dugaan karena adanya pergeseran tanah saat proses pembuatan terowongan bawah tanah kereta cepat," terang Ardian. [ray]

Baca juga:
Pembangunan Kereta Cepat Capai 36 Persen, Pembebasan Lahan 99,06 Persen per Hari ini
KCIC Benarkan Kebakaran Pipa Pertamina Akibat Proyek Kereta Cepat
Fakta-Fakta Terbaru LRT Jabodebek, Termasuk Tarif Rp12.000
Menhub Klaim Operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cetak Sejarah di Asia Tenggara
Menteri Ignasius Jonan, Satu-Satunya Menteri Keluar Masuk Kabinet

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini