1.025 Warga Mengungsi ke Wamena, Polisi Klaim Situasi di Yalimo Masih Kondusif

Jumat, 9 Juli 2021 08:54 Reporter : Nur Habibie
1.025 Warga Mengungsi ke Wamena, Polisi Klaim Situasi di Yalimo Masih Kondusif Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri cek puing-puing akibat pembakaran di Yalimo.. ANTARA

Merdeka.com - Polisi mengklaim situasi di Kabupaten Yalimo, Papua, kondusif setelah terjadi kerusuhan pembakaran fasilitas pemerintahan dan umum. 1.025 warga Yalimo saat ini mengungsi ke Wamena, akibat kerusuhan dipicu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan Nomor Urut 1 Calon Bupati Erdi Dabi dan Calon Wakil Bupati John W Wilil Kabupaten Yalimo.

"Situasi kondusif, sebagian warga mengungsi ke Wamena," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal saat dihubungi, Jumat (9/7).

Warga yang mengungsi ke Wamena, ditampung ke rumah sanak saudara. Sebagian mereka juga mengungsi ke pos pengamanan yang ada di lokasi tersebut.

"Sebagian masih di pos TNI- Polri. Warga yang tinggalkan Yalimo, mereka tinggal bersama keluaraga," kata dia.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan mendiskualifikasi pasangan Nomor Urut 1 Calon Bupati Erdi Dabi dan Calon Wakil Bupati John W Wilil Kabupaten Yalimo, Papua. Keputusan diskualifikasi tersebut dilakukan MK dalam sidang putusan gugatan sengketa Pilkada 2020.

"Menyatakan diskualifikasi calon bupati Erdi Dabi dan Pasangan Calon Bupati Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo Nomor Urut 1. Karena tidak lagi memenuhi syarat sebagai Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo Tahun 2020," kata Ketua MK RI Anwar Usman saat pimpin sidang disiarkan daring, Selasa (29/6).

Setelah adanya putusan tersebut, diduga massa dari pendukung calon itu pun merasa tidak puas. Alhasil, mereka melakukan pembakaran terhadap sejumlah gedung pemerintahan pada Selasa (29/6) sekitar pukul 16.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kejadian itu berawal pada saat para massa diduga pendukung pasangan calon nomor urut 01 menyaksikan secara daring pelaksanaan sidang putusan MK tentang Pilkada Kabupaten Yalimo di beberapa tempat.

"Setelah mendengarkan hasil putusan MK, massa pendukung nomor urut 01 tidak puas dengan hasil putusan yang menyatakan bahwa pasangan calon bupati nomor urut 01 yaitu Erdi Dabi dan Jhon Wilil di Pilkada Kabupaten Yalimo di diskualifikasi, kemudian massa melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa gedung milik pemerintahan," kata Kamal dalam keterangannya, Selasa (29/6).

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, 1.025 warga Yalimo saat ini mengungsi ke Wamena, usai aksi massa pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil melakukan aksi anarkis dengan membakar fasilitas pemerintahan dan umum. Evakuasi warga dilakukan Senin (5/7) malam melalui darat dengan pengawalan anggota TNI-Polri.

Dia menambahkan, evakuasi terhadap warga yang sebelumnya bermukim di Elelim, ibukota Kabupaten Yalimo itu dilakukan atas permintaan mereka saat bertemu di Elelim, Senin (5/7) pagi.

"Memang benar dalam kunjungan kerja ke Elelim, para pengungsi meminta dibantu evakuasi ke Wamena karena trauma saat aksi pembakaran yang terjadi Selasa (29/6)," kata Fakhiri dilansir Antara, Selasa (6/7).

Para pengungsi selain di tampung di Tongkonan Wamena juga tersebar di beberapa tempat karena ada yang menumpang di kerabat atau kenalannya.

Ketika ditanya tentang situasi kamtibmas, Fakhiri menyebut saat ini situasi relatif kondusif, namun anggota TNI-Polri tetap bersiaga.

"Tidak ada korban jiwa dalam aksi pembakaran yang dilakukan massa pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil, namun bangunan yang dibakar cukup banyak yakni 34 perkantoran pemerintah, 126 ruko yang dibakar serta 115 sepeda motor dan roda empat empat unit, sehingga kerugian sekitar Rp 324 miliar," kata dia. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Yalimo
  3. Kerusuhan Papua
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini