10 Warga Karawang Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

Sabtu, 1 Februari 2020 18:00 Reporter : Bram Salam
10 Warga Karawang Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia Warga Karawang Menjadi Korban Penipuan Calo Tenaga Kerja. ©2020 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Sepuluh warga Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang dengan modus penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Ke-10 orang tersebut diberangkatkan ke Pahang, Malaysia untuk ditempatkan di perusahaan perkebunan nanas dengan iming-iming gaji besar RM 1800 setara dengan Rp5,9 juta.

Sukara (40) salah satu korban yang berhasil kabur dengan biaya sendiri mengatakan awalnya sponsor bernama Sarpin alias Aping (42) warga Muktijaya, Cilamaya Kulon, menginformasikan ada lowongan kerja di Malaysia.

"Diiming-iming gaji besar sponsor hingga 5,9 juta per bulan dengan fasilitas dijamin selama bekerja. Ada sekitar 15 orang berangkat menjadi TKI di Malaysia," kata Sukara, Sabtu (1/2), di rumahnya.

Dia menceritakan saat hari pemberangkatan pada 30 Desember 2017 lalu, calon TKI yang dikumpulkan di rumah Aping bukan saja warga Karawang, melainkan ada dari Jakarta dan Cirebon. Seluruh pekerja migran diberangkatkan menuju Malaysia melalui Bengkalis, Pekanbaru, menggunakan jalur laut pada malam hari.

"Semuanya pekerja berangkat melalui Bengkalis melalui jalur laut menuju Malaysia," jelasnya.

Setelah bekerja di perkebunan nanas di Pahang, Malaysia, Sukara mengaku tak mendapatkan gaji yang dijanjikan Aping. Justru sebaliknya, mereka mendapat gaji kecil dan tidur di gubuk.

"Kami semua menderita, dipekerjakan seperti kerja romusa dengan jam kerja tidak jelas. Untung saya berlima bisa kabur dengan biaya sendiri," katanya.

Baca Selanjutnya: Dia juga menceritakan salah satu...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini