1 Tahanan Polsek Tambaksari yang kabur mengaku rindu istri dan anak
Merdeka.com - Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, mengamankan tiga dari tujuh tahanan Polsek Tambaksari yang kabur pada Senin (17/4) dini hari kemarin. Sementara empat tahanan lainnya masih diburu petugas.
Tiga tahanan kabur yang tertangkap kembali itu adalah Ryan Dwi Saputra (25), warga Perum Graha Asri, Sukodono, Sidoarjo; Jefri Marga Putra (21), warga Krampung Tengah, Surabaya; dan Fadillah (25), asal Desa Tangkul, Blitar. Di hadapan penyidik, ketiga tersangka ini mengungkap alasannya kabur dari tahanan.
Tersangka Ryan yang sudah 50 hari tinggal di hotel prodeo Polsek Tambaksari mengaku enggan dikirim ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo saat berkas kasusnya dikirim ke kejaksaan. Tersangka kasus narkoba ini pun mengotaki rencana kabur bersama enam rekan satu selnya di Polsek Tambaksari.
Selain itu, dia mengaku rindu dengan anak dan istrinya yang tengah hamil tua. Dan karena alasan inilah, Ryan memilih kembali pulang ke rumahnya dari pada hidup menjadi pelarian jauh dari rumah.
Ryan pun menjadi satu-satunya tersangka yang ditangkap di rumahnya sendiri, beberapa jam setelah kabur.
"Memang saat kabur, saya tidak berpikir pulang ke rumah. Tapi teringat terus sama istrinya saya yang hamil anak kedua. Akhirnya saya beranikan pulang ke rumah," kata Ryan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (18/4).
Pengakuan berbeda dituturkan Jefri. Tersangka kasus pencurian motor ini mengaku ingin menjenguk neneknya yang sakit di Gresik. Dia pun memutuskan ikut kabur bersama Ryan cs. Namun, karena takut sakit neneknya makin parah, dia pun memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Bungah, Gresik.
"Saya takut dan tidak tenang terus dikejar-kejar polisi. Saya juga bingung mau sembunyi di mana. Ke rumah, tidak mungkin. Mau kabur ke luar kota, tidak punya uang. Apalagi saya khawatir sakit nenek saya makin parah karena kepikiran saya," aku pemuda 21 tahun ini.
Pun begitu dengan Fadilah, pelaku penganiayaan. Pemuda 25 tahun asal Wlingi, Blitar ini mengaku sudah tidak tahan berada di penjara. Apalagi ini adalah kali pertama dia merasakan pengapnya jeruji besi.
Karena alasan itulah dia memilih ikut kabur meski merelakan kaki kirinya terluka usai melompat dari atap tahanan. Kemudian dengan modal Rp 250 ribu pemberian orang tua saat menjenguknya dalam tahanan, Fadillah kabur ke rumah temannya di Batu, Malang.
"Saya tidak berani pulang ke Blitar. Saya pergi ke rumah teman saya di Batu. Rencananya cuma sebentar di sana, tapi keburu ditangkap lagi," aku Fadillan.
Sebelumnya, Senin dini hari kemarin, tujuh tahanan Polsek Tambaksari kabur dengan merusak jeruji besi bagian atap tahanan dengan balok kayu. Beberapa jam setelah kabur, Tim Anti Bandit berhasil menangkap kembali tiga dari tujuh tahanan yang kabur tersebut. Sementara empat lainnya masih buron.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya