Lewat Right Issue, BSI akan Terbitkan 6 Miliar Saham Baru

PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menerbitkan 6 miliar saham baru dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Strategi ini dinilai akan memperluas bisnis BSI dan juga mendorong produk pembiayaan menjadi lebih murah sehingga memberi manfaat positif bagi konsumen.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Lewat Right Issue, BSI akan Terbitkan 6 Miliar Saham Baru
Bank Syariah Indonesia. ©2021 Merdeka.com

PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menerbitkan 6 miliar saham baru dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Strategi ini dinilai akan memperluas bisnis BSI dan juga mendorong produk pembiayaan menjadi lebih murah sehingga memberi manfaat positif bagi konsumen.

Peneliti ekonomi syariah Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fauziah Rizki Yuniarti mengatakan bahwa dengan menambah modal, BSI akan memiliki bisnis yang lebih luas. Emiten bank dengan kode BRIS ini juga akan lebih mudah mendapatkan dana murah.

"Nah dampaknya ke konsumen, karena dana murah banyak dia (BSI) bisa bikin produk pembiayaan lebih murah. Konsumen diuntungkan kalau bank jadi buku IV," katanya.

Sementara, Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan bahwa kemungkinan dana [hasil rights issue] tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

"BRIS belum ketahuan jumlah dananya berapa. Kemungkinan ini akan dipakai untuk mengakuisisi UUS BTN," kata Suria.

Dia berharap UUS BTN akan memperkuat posisi sekaligus memperbesar kapasitas BSI. Konsolidasi ini merupakan visi pemerintah untuk terus mendorong penguatan ekonomi dan perbankan syariah melalui BSI. Dengan demikian BSI dapat memperbesar dan memperkuat posisinya dalam hal kapitalisasi pasar.

Sebagai informasi, Berdasarkan kinerja satu tahun pasca merger, BSI telah menunjukan performa positif, baik dari sisi aset maupun kemampuan mencetak keuntungan. Per Desember 2021, laba bersih bank naik 38,42% secara tahunan (yoy) menjadi Rp3,03 triliun.

Kemudian, hingga triwulan I-2022, BSI menorehkan capaian positif dengan membukukan laba bersih mencapai Rp987,68 miliar atau naik 33,18% secara yoy. BSI juga mampu mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp177,51 triliun atau tumbuh 11,59% yoy.

Rekomendasi