Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Simak 4 Jenis Kalimat dan Contoh Penggunaannya

Simak 4 Jenis Kalimat dan Contoh Penggunaannya Ilustrasi menulis. shutterstock

Merdeka.com - Bahasa merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan ataupun makna tertentu. Setiap harinya manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa pun memiliki jenis yang beragam. Setiap bahasa memiliki susunan kalimatnya tersendiri.

Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran yang utuh. Umumnya, pikiran tersebut dapat diekspresikan dalam bentuk verbal ataupun nonverbal, seperti tulisan.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, memiliki pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Kalimat yang paling sederhana dalam bahasa Indonesia terdiri dari dua unsur, yaitu Subjek (S) dan Predikat (P).

Banyak variasi kalimat yang dapat dibuat oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kalimat memiliki fungsi dan penggunaannya masing-masing. Berikut ini merupakan beberapa jenis kalimat dan contoh penggunaannya.

1. Kalimat efektif

Kalimat efektif merupakan kalimat yang disajikan secara singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Sebuah kalimat dapat dinyatakan efektif apabila memenuhi beberapa syarat, seperti minimal terdiri atas subjek dan predikat, tidak bertele-tele, dan tidak ambigu.

Mengapa kalimat efektif perlu memenuhi syarat tersebut? Hal ini karena kalimat efektif dibuat agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas, lugas, dapat mewakili pikiran penulis, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dalam merangkai kalimat, Anda perlu memperhatikan beberapa aspek berikut:

● Kesepadanan

Untuk membuat kalimat efektif, gagasan dan struktur bahasa yang Anda gunakan harus seimbang. Struktur kalimat efektif harus mengandung unsur kalimat, minimal subjek dan predikat. Contoh, Ani belajar di kamar. Subjek kalimat tersebut adalah ‘Ani’ dan predikatnya yaitu ‘belajar.’

● Keparalelan

Kesamaan bentuk yang digunakan dalam kalimat tersebut.

Contoh benar: Seorang atlet harus belajar dan berlatih.

Contoh salah: Seorang atlet harus mempelajari dan berlatih.

● Kehematan

Hindari penggunaan kata, frase, atau bentuk lain yang tidak perlu dan berulang.

Contoh benar: Perayaan itu dihadiri oleh beberapa teman saya.

Contoh salah: Perayaan itu dihadiri oleh beberapa dari banyak teman saya.

● Kepaduan

Pastikan kalimat atau pernyataan yang Anda buat memiliki kepaduan sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.

Contoh benar: Haidar membeli sepasang sepatu untuk adiknya.

Contoh salah: Haidar membeli sepasang sepatu adiknya.

● Kelogisan

Pastikan ide yang ingin disampaikan dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang berlaku.

Contoh: Waktu dan tempat kami persilakan.

Kalimat di atas tidak efektif sebab makna yang terkandung tidak logis. Apakah waktu dan tempat itu bisa dipersilakan?. Kalimat diubah menjadi “Untuk bapak/ibu A (nama) kami persilakan."

Berikut ini beberapa contoh kalimat efektif yang singkat:

1. Jakarta adalah salah satu kota besar di Indonesia.

2. Paji murid yang paling pintar di kelasnya.

3. Demi ibunya, Andreas rela bekerja seharian.

4. Ada macam-macam makanan yang dijual di warung itu.

5. Hari ini para karyawan diliburkan.

6. Salah satu tugas reporter adalah mengelola informasi.

7. Saya membeli buah bersama adik di Pasar Rabu

8. Anjani pintar tetapi tidak sombong

2. Kalimat MajemukKalimat majemuk adalah jenis kalimat yang terdiri dari dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan. Berdasarkan kedudukan satu kalimat tunggal dengan yang lain, kalimat majemuk dibedakan menjadi tiga jenis, yakni kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran.● Majemuk SetaraKalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau kalimat yang sifatnya sederajat. Kedua klausa memiliki sifat koordinatif dan dapat berdiri sendiri tanpa kata hubung (konjungsi).Contohnya: Roni bermain bola, sementara Rani menonton di pinggir lapang.Klausa 1: Dandi bermain bolaKonjungsi: sementaraKlausa 2: Ratih menonton di pinggir lapanganTanpa Klausa: Dandi bermain bola, Ratih menonton di pinggir lapangan.

Kalimat majemuk setara dapat dibagi berdasarkan konjungsinya, yaitu sebagai berikut:1) Kalimat majemuk setara penggabungan, ditandai oleh konjungsi: dan.Contoh kalimat: Ayah pergi ke kantor dan Ibu pergi ke swalayan.2) Penguatan atau penegasan, ditandai oleh konjungsi: bahkan.Contoh kalimat: Tidak hanya hari ini, bahkan dari kemarin pun antrian loket itu sudah penuh sekali.3) Pemilihan, ditandai konjungsi: atau.Contoh kalimat: Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi sekretariat kamu atau buka website resmi kami.4) Berlawanan, ditandai oleh konjungsi: hanya, tetapi, melainkan, sedangkan.Contoh kalimat: Randi memilih program studi desain komunikasi visual, sedangkan Dewi memilih arsitektur.5) Urutan waktu, ditandai oleh konjungsi: lalu, kemudian, lantas.Contoh kalimat: Ia memandangku dengan tajam, lalu pergi meninggalkanku tanpa jejak.

  • Majemuk Bertingkat
  • Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa dan hubungan antarklausa yang tidak sederajat, artinya kedua klausa tidak dapat berdiri sendiri.

     

    Sinta sering terlambat ke sekolah karena rumahnya jauh

    Klausa 1: Sinta sering terlambat ke sekolah

    Klausa2: Rumahnya jauh

    Jika dipisahkan, maka masing-masing klausa tidak dapat memberikan makna yang ingin disampaikan oleh kalimat. Sinta sering terlambat ke sekolah, karena apa? Rumahnya jauh? Lalu apa akibatnya? Keduanya harus digabungkan agar memberikan makna yang jelas.

     

    Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 89) kalimat majemuk bertingkat terdiri dari beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

    1)      Hubungan sebab akibat, ditandai konjungsi: sampai, sehingga, sebab, maka, karena.  

    Contoh kalimat: Jakarta dilanda bencana banjir karena daerah resapan air yang semakin berkurang hari ini.

    2)      Hubungan cara, ditandai kata penghubung: dengan, menggunakan.

    Contoh kalimat: Anak itu dibawa ke rumah sakit dengan cara digendong oleh orangtuanya.

    3)      Hubungan sangkalan, ditandai oleh konjungsi: seakan-akan, seolah-olah.

    Contoh kalimat: Keadaan kota tampak tenang seolah-olah tidak ada pandemi yang melanda.

    4)      Hubungan kenyataan, ditandai oleh konjungsi: sedangkan, padahal.

    Contoh kalimat: Pura-pura tidak tahu padahal dia tahu banyak.

    5)      Hasil, ditandai oleh konjungsi: makanya.

    Contoh kalimat: Tempat ini licin, makanya Anda terjatuh.

    6)      Hubungan penjelasan, ditandai oleh kata penghubung: yaitu, adalah.

    Contoh kalimat: Berkas riwayat hidupnya menunjukkan bahwa ia adalah pekerja yang teladan.

    7)      Hubungan atributif, ditandai oleh konjungsi: yang.

    Contoh kalimat: Lelaki yang berbaju merah itu adalah Ayah dari Ibuku.

     

  • Majemuk Campuran
  • Kalimat majemuk campuran adalah jenis kalimat yang mengandung kombinasi kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Berikut ini beberapa contoh kalimat majemuk campuran.

    1)      Saya sedang menulis dan adik bermain ketika ayah datang.

    Bila kalimat itu dibedah lagi maka akan berbentuk demikian, "Saya" adalah Subjek (S), "sedang menulis" adalah Predikat (P), "adik" adalah S, "bermain" adalah P, "ketika ayah datang" adalah Keterangan (K) dan (S-P).

    2)      Ketika ayah sedang membaca dan ibu sedang menjahit, aku dikejutkan oleh suara yang bergemuruh di angkasa.

    3)      Ayah menyapu halaman karena pembantu sedang pulang kampung dan tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan.

    4)      Ayah mengeluarkan dompetnya, lalu mengambil selembar uang ribuan untuk membayar ongkos becak.

     

    1. 1.    Kalimat Perintah

    Sesuai dengan namanya, kalimat ini bertujuan untuk memberikan perintah. Kalimat ini bisa Anda temukan dimana saja, dari sekolah, di rumah, bahkan di kantor. Berikut ini beberapa contoh kalimat perintah:

    1)      Mohon untuk tetap tenang dan jangan berisik!

    2)      Kumpulkan tugas yang sudah saya berikan sebelum jam 12 malam!

    3)      Jangan lupa untuk mengunci pintu rumah!

     

    1. 2.    Kalimat Persuasif

     

    Kalimat persuasif adalah jenis kalimat yang berisi ajakan, saran, bujukan, imbauan, pengaruh, arahan, larangan, atau perintah. Kalimat ini bertujuan untuk mengajak seseorang untuk melakukan suatu hal sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh penulis kalimat.

     

    Contoh Kalimat Persuasif:

    1)      Mari kita patuhi aturan terkait kebijakan PPKM dari Pemerintah!

    2)      Segera nikmati diskon yang telah kami berikan!

    3)      Ayo berolahraga demi tubuh yang sehat!

     

     

     

    (mdk/mgt)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP