Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah kekacauan di Istana Banjar karena campur tangan Belanda

Sejarah kekacauan di Istana Banjar karena campur tangan Belanda Ilustrasi bangunan hancur akibat perang. ©Reuters

Merdeka.com - Pernahkah kamu mendengar tentang nama Perang Banjar? Perang ini terjadi di Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarmasin. Awalnya, Belanda memaksa pihak Kerajaan Banjar untuk menandatangani sebuah perjanjian yang menyebabkan Kerajaan Banjar kehilangan banyak sekali daerahnya. Hal itu sangat berpengaruh ke sosial ekonomi Kerajaan Banjar. Campur tangan Belanda membuat kondisi dalam kerajaan semakin parah.

Hal ini berawal ketika putra mahkota kerajaan Banjar yaitu Abdul Rakhman meninggal secara tiba-tiba di thun 1852. Saat itu, Sultan Adam punya tiga orang putra yang bisa menggantikan posisi Abdul Rakhman, yaitu Pangeran Hidayatullah, Pangeran Tamjidillah dan Prabu Anom. Pangeran Hidayatullah memiliki pendukung dari pihak istana dan beliau sudah memiliki surat wasiat dari Sultan Adam untuk menggantikannya sebagai sultan. Di sisi lain, Prabu Anom didukung oleh Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Tamjidillah didukung oleh pihak Belanda.

Di tahun 1857, Sultan Adam meninggal. Residen E.F Graaf von Bentheim Teklenburg mewakili Belana segera mengangkat Pangeran Tamjidillah sebagai sultan, sedangkan Pangeran Mangkubumi mengangkat Pangeran Hidayatullah sebagai sultan. Menurut wasiat yang sah, Pangeran Hidayatullah adalah sultan yang sah. Karena hal itulah, pengangkatan Pangeran Tamjidillah sebagai sultan Banjarmasin menimbulkan banyak protes dan kecewa dari berbagai macam pihak. Pengeran Tamjidillah ini punya sifat yang jelek seperti suka bermabuk-mabukan. Selain itu, Pangeran Tamjidilah juga menghapus hak-hak istimewa yang ada di saudara-saudaranya dan menganggap surat wasiat dari Sultan Adam ke Pangeran Hidayatullah nggak sah.

Setelah haknya dirampas, Prabu Anom dibuang ke Bandung. TIndakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Pangeran Tamjidillah menimbulkan ketegangan di berbagai pihak sehingga kondisi di Istan Banjar saat itu sangat nggak kondusif dan semakin kacau. (mdk/iwe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP