Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah kejatuhan Kerajaan Buleleng ke tangan Belanda

Sejarah kejatuhan Kerajaan Buleleng ke tangan Belanda Ilustrasi penjajahan Belanda. ©istimewa

Merdeka.com - Sudah bukan cerita baru kalau Belanda itu selalu berusaha mengintimidasi raja-raja ketika masa pemerintahannya. Salah satu raja yang telah mengalami intimidasi dari pihak Belanda adalah raja Buleleng. Ketika perang puputan terjadi, Belanda memaksa raja Buleleng untuk menandatangani sebuah perjanjian. Raja Buleleng memang terlihat setuju, tapi dia malah memperkuat wilayah benteng pertahanannya. Belandapun sangat marah mengetahui Raja Buleleng dan Patih Ktut Jelantik melakukan hal itu.

Di tanggal 7 dan 8 Juni 1848, Belanda mendapatkan bantuan di Pantai Sangsit. Di tanggal 8 Juni 1848, perlawanan di Jagaraga mulai dilakukan. J Van Swieten memimpin perlawanan pasukan Belanda, sedangkan pihak Buleleng dipimpin oleh Ktut Jelantik dan istrinya, Jero Jempiring. Dengan strategi supit urang, lima orang opsir dan 74 orang tentara Belanda tewas, sedangkan 7 opsir dan 98 tentara Belanda luka-luka. Karena banyak tentara Belanda yang dihancurkan, pasukan Belanda menghentikan serangan dan kembali.

Kekalahan Belanda itu membuat pimpinan Belanda di Batavia merasa sangat terpukul. Setelah itu, pimpinan Belanda menyiapkan pasukan yang lebih kuat untuk melakukan pembalasan. Di awal April 1849, datang tentara Belanda dari Batavia ke Jagaraga. Di tanggal 15 April 1849, semua kekuatan Belanda diarahkan ke Jagaraga untuk melakukan penyerangan. Dalam waktu dua hari, semua kekuatan yang dimiliki oleh Kerajaan Buleleng berhasil ditaklukkan. Benteng Jagaraga runtuh bersama dengan runtuhnya kedaulatan rakyat Buleleng.

Raja Buleleng, I Gusti Ktut Jelantik dan Jero Jempiring mengamankan diri ke wilayah Karangasem. Namun, dalam perjalanannya, mereka tertangkap dan dibunuh. Dengan itu terbunuhnya dua pemimpin kerajaan Buleleng itu, maka Kerajaan Buleleng sudah menjadi milik Belanda. Namun, semangat juang Raja Buleleng tetaplah mengharukan. (mdk/iwe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP