Bagi anak-anak yang duduk di kelas 5 SD, rasa penasaran pada hal-hal baru akan terus mengusiknya hingga berhasil menemukan jawaban yang tepat. Seperti kegundahannya saat mengetahui jika bahan bakar fosil yang dipakai untuk menghasilkan listrik, menjalankan kendaraan hingga menyalakan kompor, mulai menipis.
Termasuk dalam energi tak terbarukan, minyak bumi, batu bara, dan gas alam ini pun menjadi pemicu pemanasan global. Tidak heran jika pencarian energi alternatif mulai dilakukan untuk mencegah pemanasan global semakin parah. Bisa dijadikan bahan diskusi yang seru bersama anak, apalagi sambil menonton program Belajar dari Rumah Episode 49 ini.
Memahami Beda Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan
Saat ini bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Ketiganya berasal dari fosil yang butuh proses selama jutaan tahun dan pembakarannya menghasilkan gas CO2 yang jadi penyebab utama perubahan iklim. Selain itu, bahan bakar fosil ini juga merupakan energi tidak terbarukan yang suatu saat nanti bisa habis terpakai.
Sebaliknya, energi terbarukan biasanya melimpah dan tidak akan habis terpakai. Beberapa contohnya adalah sinar matahari dan panas bumi yang dikenal sebagai energi alternatif untuk membangkitkan listrik.
Proses Mengubah Energi Alam Menjadi Listrik
Setiap hari, bumi mendapatkan sinar matahari yang berlimpah dan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu energi terbarukan. Pertama, energi dari sinar matahari dikumpulkan dengan menggunakan alat yang disebut panel surya. Di dalamnya terdapat sel-sel surya yang akan mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
Selain energi matahari, panas bumi juga menjadi solusi bagi energi terbarukan. Inti bumi yang berada 3000 kilometer di bagian dalam bumi ini memiliki suhu yang bisa mencapai 6000 derajat Celcius. Suhu tinggi inilah yang dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik baru, berkat kemajuan teknologi dan peralatan super canggih dengan membuat sumur panas bumi.
Mengenal Kosakata Baru
Advertisement
Selain memahami beda energi terbarukan dan tidak terbarukan, video Belajar dari Rumah Episode 49 ini juga mengajak para siswa kelas 5 SD untuk memelajari kosakata baru seperti panel surya, sterilisasi, alternatif, hingga energi. Lanjutkan dengan mengenal manfaat trafo, menjawab berbagai pertanyaan, hingga mengikuti proyek kreatif minggu ini.
Kali ini, Kak Lisa mengajak anak-anak untuk membuat menara kincir angin tenaga matahari. Mungkin terdengar rumit, tapi para orangtua bisa mendampingi mereka untuk mencari bentuk bangun ruang dengan browsing di internet.
Ada banyak pengetahuan yang bisa didapatkan oleh anak-anak, meskipun belajar di rumah. Caranya, temani anak-anak untuk menonton setiap episode program Belajar dari Rumah persembahan spesial dari Kemendikbud. Buat para siswa yang duduk di kelas 5 SD, jangan lewatkan tayangannya di TVRI setiap hari pada pukul 10.30-11.00 WIB. (eth)