Dulu, dunia sempat dihebohkan dengan wabah cacar air yang belum ada obatnya. Orang-orang mengalami demam, bintik-bintik merah, kesulitan bernapas, hingga akhirnya banyak dari mereka yang meninggal. Karena penularannya yang sangat cepat, jaman dulu para penderita cacar air harus benar-benar diisolasi. Namun semuanya berubah saat vaksin cacar akhirnya ditemukan. Kali ini, yuk kita kenali siapa sang penemunya.Ialah Dr Michiaki Takahashi, orang yang berhasil mengembangkan vaksin untuk cacar air ketika putranya, Teruyuki, tertular virus cacar air dari temannya pada tahun 1964. Dengan vaksin itu, putranya berhasil sembuh. Dia kembali ke Jepang tahun 1965 dan dalam waktu lima tahun, dia berhasil mengembangkan vaksin untuk cacar air. Meski begitu, vaksinnya baru disetujui oleh Food and Drug Administration pada tahun 1995, seperti dilansir oleh NY Times beberapa waktu yang lalu. Pria kelahiran 17 Februari 1928 di Osaka ini membuat vaksin yang mampu 'mengelabui' sistem kekebalan tubuh agar membentuk antibodi terhadap virus tersebut. Dr Anne A Gershon dari Columbia University Medical Center bahkan mengungkap bahwa vaksin milik Dr Takahashi adalah satu-satunya yang berhasil membunuh virus herpes pada manusia.Penamuannya ini sangat berpengaruh pada perkembangan ilmu kedokteran. Dengan vaksin darinya juga, banyak orang yang terkena cacar air akhirnya bisa sembuh dan beraktivitas secara normal. Bayangkan saja, kalau nggak ada vaksin ini, sudah berapa orang yang meninggal karena penyakit cacar?Berdasarkan sekretarisnya, Maki Fukui, Dr Takahashi meninggal akibat gagal jantung pada tanggal 23 Desember 2013. Meski Dr Takahashi telah menutup usia, namun dunia akan selalu mengenangnya sebagai orang yang telah berjasa menemukan vaksin virus cacar air. Apakah kamu ingin jadi penemu sepertinya?