Nama pers mungkin sudah pernah kamu di berbagai tempat. Pers adalah sebuah media yang ditujukan kepada orang umum. Dunia pers punya beberapa teori pers seperti teori pers otoritarian dan teori pers libertarian. Pertama, yuk kita bahas tentag teori pers otoritarian terlebih dahulu. Dalam teori ini, negara adalah ekspresi tertinggi dalam sekelompok manusia yang bahkan lebih tinggi dari masyarakat dan individu. Menurut Mc. Quail, ada 4 prinsip dasar pelaksanaan pers otoritarian, yaitu:
- Media pada akhirnya harus menurut kepada penguasa yang sedang memimpin negara tersebut.
- Tindakan sensor bisa dilakukan dan dibenarkan.
- Ancaman terhadap penguasa atau penyimpangan dari kebijakan yang sudah resmi nggak bisa diterima.
- Wartawan nggak punya kebebasan hak di dalam organisasinya, dengan arti gerak wartawan akan dibatasi.
Yang kedua adalah teori pers libertarian. Menurut teori pers ini, pers harus punya kebebasan yang luas dengan tujuan untuk membantu manusia mencari dan mendapatkan kebenaran yang kekal. Teori ini beranggapan kalau sensor adalah tindakan yang nggak sesuai dengan undang-undang terhadap kebebasan pers. Dalam teori ini, pers punya 5 tugas utama, yaitu:
- Melayani kebutuhan kehidupan ekonomi dalam bentuk iklan.
- Melayani kebutuhan kehidupan politik.
- Mencari keuntungan dengan tujuan untuk keberlangsungan hidup.
- Menjaga hak warga negara.
- Memberi hiburan.
Kristina Harahap menyebutkan ada beberapa ciri-ciri pers, yaitu:
- Penerbitan dan pembagian terbuka untuk setiap orang tanpa periu izin.
- Kecaman yang ditujukan kepada pemerintah, pejabat atau partai politik nggak bisa dihukum.
- Nggak ada kewajiban untuk menyebarkan semua hal.
Nah, itu tadi adalah 2 teori yang ada tentang pelaksanaan pers.